Heboh Ambulans Buang APD Bekas Pakai ke Selokan di Jagakarsa Jaksel, Ini Kata Pihak Puskesmas
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kejadian dalam video viral tersebut juga telah dibenarkan oleh Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono. Menurut Budi, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (7/4) kemarin.

WowKeren - Media sosial dihebohkan dengan video pendek yang menunjukkan alat pelindung diri (APD) bekas pakai dibuang ke selokan di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dalam video itu, tampak APD berwarna putih lengkap beserta sarung tangannya yang disebut dibuang ke selokan oleh mobil ambulans pada malam hari.

Aksi pembuangan limbah APD ini membuat warganet resah mengingat Indonesia tengah dilanda pandemi virus corona (Covid-19). Video tersebut juga turut dibagikan oleh akun Instagram @jakarta.terkini pada Selasa (7/4).


"Sebuah APD ditemukan warga di sebuah selokan jalan Moch Khafi 1,Kp. Kandang rw06, Jagaraksa, Jakarta Selatan, Selasa, 7/4/2020 malam," demikian keterangan video tersebut. "Dari pihak RW sudah menghubungi pihak kedokteran dan menyuruh untuk membakar APDnya."

Terkait video viral tersebut, Puskesmas Jagakarsa yang berada di dekat lokasi pembuangan limbah APD itu pun buka suara. Pihak Puskesmas Jagakarsa memastikan bahwa limbah APD tersebut bukan berasal dari mereka.

Menurut Kepala Puskesmas Jagakarsa, Susilowati, rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi bisa digunakan untuk mencari pelaku pembuang APD bekas tersebut.

"Insya Allah enggak ambulans kita," tutur Susilowati pada Rabu (8/4) hari ini. "Ambulans kita kan buat rujukan pasien."

Kejadian dalam video viral tersebut juga telah dibenarkan oleh Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono. Menurut Budi, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (7/4) kemarin. "Dari keterangan saksi, Selasa kemarin kejadiannya," jelas Budi pada Rabu (8/4) hari ini.

Lebih lanjut, Budi meyakinkan bahwa pihaknya tengah menyelidiki peristiwa tersebut. Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mencari pihak yang membuang limbah APD tersebut secara sembarangan.

"Anggota masih meminta keterangan saksi-saksi yang melihat dan masih diselidiki untuk keterangan ambulans dari mana," terang Budi. "Apakah ada yang melihat nomor kendaraan dan segala macam masih kita telusuri."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts