Fokus Perangi Corona, KKB Papua Serukan Gencatan Senjata Pada RI Dengan Syarat Ini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ingin fokus untuk memerangi pandemi virus corona (COVID-19) di Tanah Air, KKB Papua langsung menyerukan gencatan senjata kepada Pemerintah Republik Indonesia.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) ini telah mengancam kehidupan masyarakat dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah menyerukan gencatan senjata global agar seluruh negara maupun pihak bersatu dalam memerangi virus corona dan mengesampingkan perselisihan.

Kini, Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang tergabung dalam Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengikuti anjuran WHO tersebut. Mereka telah mengajukan gencatan senjata kepada Pemerintah Indonesia.


Seperti yang diketahui, Pemerintah Indonesia selama ini telah mengkategorikan TPNPB-OPM sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pasalnya, kelompok ini kerap melakukan penyerangan di wilayah pegunungan tengah Papua.

KKB juga beberapa bulan belakangan ini telah menggencarkan serangan di wilayah pegunungan Papua, utamanya untuk mengganggu operasional PT Freeport. Aksi tersebut telah menyebabkan banyak korban meninggal, baik dari pihak sipil Papua hingga anggota TNI/Polri yang tengah bertugas.

Namun akibat pandemi ini, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyerukan gencatan senjata demi kemanusiaan. Menurutnya, masyarakat saat ini telah begitu takut dengan wabah virus corona sehingga tidak bijak jika militer Indonesia terus beroperasi di sejumlah wilayah Papua.

"(Ajakan gencatan senjata) benar, demi kemanusiaan, Indonesia harus setuju,” kata Sebby seperti dilansir CNNIndonesia melalui aplikasi pesan di Facebook, Kamis (9/4). “Supaya rakyat hanya waspada virus corona saja, jangan lagi mereka ketakutan akibat operasi militer yang dilakukan TNI/Polri.”

Meski mengajukan gencatan senjata, namun pihaknya belum mau menyampaikan secara langsung kepada pemerintah dan memilih lewat media saja. Pasalnya, ia menganggap jika pertemuan pihaknya dengan pemerintah Indonesia sangat tidak elok jika hanya menyampaikan pesan tersebut.

"Kami kelompok musuh, jadi pernyataan kami lewat media itu cukup,” ujar Sebby. “Kasihan rakyat takut COVID-19 kah atau takut kehadiran pasukan militer dan polisi Indonesia dalam jumlah besar.”

Sebby juga memberikan syarat pada Indonesia jika setuju untuk melakukan gencatan senjata. Ia meminta Pemerintah Indonesia untuk menarik seluruh pasukan militer baik dari unsur TNI maupun Polri di Papua.

Saat ini, pasukan TNI dan Polri memang diketahui masih berjaga di kawasan Nduga, Lani Jaya, Timika, Tembagapura, dan Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang. “Jika Indonesian setuju, maka (gencatan senjata) itu akan berlaku sampai wabah virus corona berakhir," pungkasnya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts