Arzeti Bilbina Miris Warga Tolak Jenazah Positif Covid-19: Pasti ada Miskomunikasi
Instagram/arzetibi
Selebriti
Seleb vs Corona

Kisah pilu penolakan jenazah seorang perawat RSUP Kariadi Semarang menjadi sorotan publik. Arzeti Bilbina pun merasa miris dengan tindakan beberapa oknum tersebut.

WowKeren - Beberapa waktu lalu telah beredar kabar penolakan warga terhadap jenazah positif virus corona yang terjadi di berbagai daerah. Berita yang paling disorot adalah jenazah perawat RSUP dr. Kariadi Semarang. Melihat hal tersebut, aktris sekaligus anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB Arzeti Bilbina, meminta pemerintah agar membuat strategi kebijakan yang tepat untuk mengedukasi masyarakat.

"Terus terang saya kaget, sedih, dan miris sekali atas penolakan jenazah perawat tersebut. Mereka itu pahlawan. Mempertaruhkan nyawanya untuk kesehatan kita. Saya yakin ada miskomunikasi. Karena itu, pemerintah perlu mengedukasi masyarakat secara benar dengan strategi yang tepat," ungkap Arzeti pada Senin (13/4) dilansir dari Kumparan.com.

Arzeti beranggapan bahwa edukasi masyarakat akan menjadi strategi yang tepat jika melibatkan tokoh masyarakat sekaligus ormas keagamaan. Pemahaman ini sangat penting agar peristiwa penolakan jenazah tidak terulang kembali.


"Jika ada penolakan jenazah, itu berarti ada miskomunikasi. Karenanya, pemerintah perlu memperbaiki cara mengedukasi dan berkomunikasi. Pemahaman ini penting agar peristiwa serupa tidak terulang kembali," jelas Arzeti.

"Covid-19 ini efeknya luar biasa. Secara ekonomi, sosial, kultural dan sebagainya. Karenanya, semua pihak harus dilibatkan. Tokoh masyarakat itu kan secara fisik dan psikis dekat serta mengerti psikologi masyarakat. Jadi mereka memahami strategi tepat dalam menangani efek sosial dari COVID-19 ini. Saya yakin, masyarakat mengerti dan dapat menerima jika pemerintah terus melakukan dialog dan edukasi dengan strategi yang tepat," tutur Arzeti.

Di samping itu, Arzeti mengungkapkan bahwa pengurusan jenazah sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) protokol yang dibuat Kementerian Agama. Bahkan, Kementerian Kesehatan juga sudah memastikan SOP tersebut berjalan di rumah sakit yang mengurus jenazah virus Covid-19. Oleh sebab itu, Arzeti mengimbau masyarakat agar tidak takut dan khawatir dengan jenazah tersebut.

"Sebenarnya sudah ada SOP-nya. Rumah Sakit juga menjamin perlakuan jenazah sesuai dengan SOP. Tidak perlu takut dan khawatir," pungkas Arzeti.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts