Wabah Corona Belum Mereda, Teroris Kembali Beraksi di Poso Sampai Harus Ditembak Mati
Nasional

Aparat kepolisian di Poso, Sulteng terpaksa menembak mati dua terduga teroris yang sudah membunuh satu warga sipil dan melukai petugas. Belakangan terungkap ada bom bunuh diri yang telah disiapkan.

WowKeren - Wabah virus Corona tampaknya tak membuat para teroris berhenti bergerilya. Sebab hari ini (15/4) dilaporkan dua orang terduga teroris di Poso, Sulawesi Tengah, ditembak mati oleh petugas dalam pengejaran.

Baku tembak ini sendiri dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.00 WITA. Baku tembak ini sendiri terjadi ketika polisi dalam rangka mengejar kedua terduga teroris yang sebelumnya telah menembak seorang petugas di salah satu pos jaga dekat sebuah bank.

Namun rupanya kedua terduga teroris itu sudah memiliki rencana agar bisa melarikan diri dari pihak kepolisian. Sebab di tubuh mereka ternyata sudah terikat bom bunuh diri yang tentu bila meledak dapat berpotensi melukai masyarakat sekitar.

"Setelah melakukan aksinya kedua pelaku melarikan diri, kemudian dikejar dan dilakukan penyisiran tim kita dan didapati dua-duanya di sini (lokasi kontak tembak)," kata Kapolda Sulteng, Irjen Pol Syafril Nursal, dilansir dari CNN Indonesia. "Dan di badannya ada bom sehingga dengan kondisi itu harus dilumpuhkan."


Lebih lanjut, identitas kedua terduga teroris pun terungkap. Mereka dalah Ali alias Darwin Gobel dan Muis Fahron alias Abdullah. Keduanya sama-sama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Sulteng.

Baku tembak pada hari ini, disebut Syafril merupakan rangkaian aksi yang dilakukan oleh kelompok yang sama. Yakni kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

"Untuk itu saya meminta kepada Ali Kalora dkk untuk segara menyerah," ancam Syafril. "Kalau tidak kita akan buru terus sampai kapanpun juga sampai habis semuanya."

Kedua terduga teroris sebelumnya sudah melakukan aksi yang meresahkan masyarakat. Sebab mereka menembak seorang petugas kepolisian yang sedang bekerja, serta membunuh seorang petani.

Terkait dengan penyerangan terhadap petugas, Syafril menyebut targetnya selain melukai juga untuk merebut senjata. "Target pelaku ini mengambil senjata dari anggota, tidak ada perampokan murni mengambil senjata dari TKP dan CCTV yang kita lihat," pungkas Syafril.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait