Dinkes Surabaya melaporkan ada 30 orang yang positif COVID-19 di kawasan Pasar PPI dan pasar tumpah di Jalan Gresik, Krembangan, Surabaya. Pasar pun ditutup demi memutus rantai penularan.
- Elvariza Opita
- Rabu, 15 April 2020 - 21:47 WIB
WowKeren - Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah tegas dengan menutup sementara Pasar PPI dan pasar tumpah di Jalan Gresik dan Jalan Jepara, Krembangan selama 2 pekan ke depan. Sedianya aturan ini diberlakukan mulai hari ini (15/4) sampai 29 April 2020 mendatang.
Langkah ini diambil usai otoritas setempat mendapati peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 di kawasan tersebut. Penutupan Pasar Gresik PPI Surabaya ini pun turut diperkuat dengan edaran dari Camat Krembangan, Agus Tjahyono.
"Intinya kita mau memberlakukan physical distancing di pemukimannya," kata Agus pada Rabu (15/4), seperti dilansir dari Suara Surabaya. "Karena di situ sampai dengan tadi malam sudah terkonfirmasi ada 30 kasus positif COVID-19."
Agus menyadari kebijakannya memang memengaruhi mata pencaharian para pedagang. Namun pasar merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk menyebarkan virus Corona sehingga harus dihentikan sebelum wabah meluas.
"Pasar itu tempat yang potensial bertemunya banyak orang. Dengan sangat terpaksa kami mengambil langkah menutup pasar PPI dan PKL di sekitarnya juga," tutur Agus.
Menurut Agus, pada Selasa (14/4) sore sudah ada 26 kasus positif COVID-19 di wilayah tersebut. Lalu pada Selasa malam Dinas Kesehatan Surabaya memperbarui data dan menyebut total kasus positif mencapai 30 orang.
"Informasi dari Dinkes itu 30 orang positif, makanya kami bergerak cepat," terangnya. "Kami harus berkejaran dengan penularan virus ini."
Informasi ini pun diamini oleh Direktur Pembinaan PD Pasar Surya, M Taufiqurrahman. Taufiqurrahman menyebut pihaknya sudah menerima surat edaran tersebut dan mensosialisasikannya kepada para pedagang.
Saat ini ada sekitar 30 orang pedagang yang terdampak dengan penutupan tersebut. "Jumlah stannya sekitar 40 dengan jumlah pedagang sekitar 30 orang," jelasnya.
Sebelumnya PD Pasar Surya juga sudah menutup sementara pasar yang diduga berpotensi menjadi sumber penularan COVID-19. Seperti misalnya Pasar Kapasan yang mulai ditutup pada Sabtu (4/4) kemarin lantaran ada satu orang yang dikonfirmasi positif COVID-19.
"Ada salah satu orang yang biasanya beraktivitas di sini, sudah positif COVID-19," ujar Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya, Muhibbudin, Jumat (3/4) malam. "Kami tidak ingin Pasar Kapasan menjelang Ramadan makin tambah buruk. Jadi harus segera kita lakukan penutupan, minimal 14 hari, setelah itu kita lihat perkembangannya seperti apa."
(wk/elva)