ASI Disebut Tak Bisa Lindungi Bayi Dari Corona, Ini Penjelasan Ahli
Nasional

Muncul kabar yang menyebutkan bahwa ASI bisa melindungi dan menyembuhkan bayi dari virus corona. Sayangnya, para dokter dan ahil membantah kabar tersebut lantaran belum ada penelitian yang membuktikannya.

WowKeren - Organasasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa air susu ibu (ASI) memiliki sejumlah manfaat. Salah satunya adalah melindungi bayi dari kuman dan penyakit.

Sayangnya, manfaat tersebut rupanya tak bisa membantu mencegah dan menyembuhkan dari infeksi virus COVID-19. Fakta ini dipaparkan oleh dokter usai beredar informasi yang menyebutkan ASI mengandung antibodi COVID-19 beredar di media sosial.

Sejauh ini, belum ada penelitian atau uji ilmiah yang membuktikan ASI bisa mencegah dan memyembuhkan pasien corona. Dokter tetap berpegang teguh untuk meminta semua orang menjaga kebersihan dengan baik selama pandemi corona, dengan cara rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun selama 20 detik.

"Tidak ada bukti bahwa ASI bisa menyembuhkan dan memberikan Anda antibodi supaya kebal terhadap virus corona Covid-19," kata Dr Dyan Hes, seorang dokter anak dengan Pediatrik Gramercy Kota New York dilansir The Sun, Kamis (16/4).


Dyan Hes menegaskan bahwa dirinya pun tidak pernah mendengar maupun melihat data bahwa ASI bisa membantu menyembuhkan pasien corona Covid-19. Direktur Klinis layanan kesehatan online Dr Sarah Jarvis memperingatkan agar orang-orang tidak mendengarkan mitos tentang pencegahan dan apa yang dapat membunuh virus corona.

Pasalnya, Sarah menilai bahwa informasi yang beredar terkait cara melindungi diri dari ancaman COVID-19 hanya mitos. Semuanya tidak ada yang benar, sehingga ia meminta orang jangan mudah mempercayainya.

"Ada cara yang jelas bisa melindungi diri sendiri," terangnya. "Sejauh ini kami terus-menerus mengajak semua orang rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air, bersihkan tangan pakai gel hand sanitizer dan hindari kontak sosial."

Meski begitu ia tidak menyangkal bahwa ASI memang baik untuk sistem kekebalan tubuh bayi yang sedang berkembang. Di lain sisi, Dr Rebecca Powell, seorang ahli penyakit menular di Fakultas Kedokteran Icahn di Gunung Sinai, tengah menguji menguji antibodi dalam ASI dan potensinya untuk memerangi penyakit.

Namun, penelitian tersebut memerlukan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun lamanya. Dr. Powell menjelaskan kepada VICE bahwa jika ada pengobatan potensial yang dapat diturunkan, antibodi perlu dimurnikan dan dipekatkan, tidak hanya diminum.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait