Salah satu startup yang menyediakan pemesanan tiket liburan di Indonesia, Traveloka dikabarkan mengambil langka PHK 100 karyawannya karena dampak corona. Meski begitu, hingga kini masih belum ada konfirmasi dari pihak terkait.
- Nidya Putri
- Kamis, 16 April 2020 - 12:24 WIB
WowKeren - Salah satu startup yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring dengan fokus perjalanan domestik di Indonesia, Traveloka baru-baru ini dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 100 karyawannya. Keputusan ini disebabkan karena perusahaan tersebut tertekan karena pandemi corona di Tanah Air.
Dikutip dari Nikkei Asian Review, pandemi Covid-19 membuat pengguna Traveloka semakin sedikit. Larangan berpergian yang ditetapkan pemerintah juga menyebabkan penjualan tiket anjlok. "PHK akan terjadi pada kisaran 10 persen dari total karyawan Traveloka atau setara dengan 100 orang," ujar sumber kepada Nikkei Asian Review.
Selain itu, beberapa karyawan juga hanya mendapatkan gaji yang jumlahnya setengah dari gaji reguler mereka. Menanggapi kabar PHK tersebut, Public Relation Specialist Traveloka, Citra Dwillysa Putri masih belum memberikan jawaban resmi.
"Aku coba koordinasikan internal dulu ya," ujarnya melalui keterangan tertulis. "Karena aku juga belum terinfo apapun mengenai hal (PHK) ini."
Sementara itu, Kepala Bisnis Transportasi Traveloka Caesar Indra mengaku bahwa perusahaannya saat ini telah memenuhi permintaan pengembalian uang dalam jumlah yang besar kepada pelanggan karena adanya wabah virus corona.
"Kami mulai melihat penurunan dalam perjalanan dan volume pengembalian besar-besaran pada Februari di Thailand, ketika pemerintah mencegah orang bepergian," ujarnya. "Situasi menjadi menurun setelah itu."
Seperti yang telah diketahui, Traveloka merupakan salah satu unicorn asal Indonesia yang bernilai lebih dari USD 1 juta yang bergerak di bidang pariwisata.
Kerugian serupa juga rupanya turut dirasakan oleh Tiket.com. Marketing Officer dan Co-founder Tiket.com Gaery Undarsa mengatakan virus corona yang menghantam industri wisata membuat omzet perusahaan turun hingga 75 persen. "Omzet per hari belum sampai nol saja sudah bersyukur sih," ujar Gaery dilansir Antara, Kamis (16/4).
Penjualan tiket pesawatlah yang paling terdampak, padahal penjualan tiket pesawat menjadi sumber terbesar pendapatan perusahaan. Kemudian diikuti oleh jumlah pemesanan hotel yang menurun pesat.
(wk/nidy)