Warga Tuban mengaku melihat detik-detik mengerikan patung setinggi 30 meter itu runtuh. Hingga kini belum ada penyebab pasti di balik peristiwa tersebut.
- Elvariza Opita
- Kamis, 16 April 2020 - 20:33 WIB
WowKeren - Hari ini (16/4) warga Tuban dibuat geger dengan runtuhnya Patung Dewa Perang Kwan Sing Tee Koen setinggi 30 meter. Patung yang merupakan monumen tertinggi se-Asia Tenggara yang diletakkan di Kelenteng Kwan Sing Bio dilaporkan tiba-tiba "rontok" pada pukul 10.15 WIB tadi pagi.
"Suaranya keras, kami yang mendengarnya kaget," ujar Jaman, salah seorang warga Desa Latsari, Kecamatan Tuban, Jawa Timur, dilansir dari Detik News. Jaman dan sejumlah warga sekitar kelenteng pun langsung keluar dari rumah dan sempat menyaksikan detik-detik runtuhnya patung yang hanya terjadi dalam waktu sekejap itu.
"Patungnya kan terlihat dari sini karena letaknya di belakang kelenteng," kata Jaman. "Runtuhnya cepat, hitungan detik."
Beruntung runtuhnya patung itu tak sampai menimbulkan korban dari penduduk di sekitar kelenteng. Namun para warga pun tak bisa menuju rumah ibadah itu karena dalam posisi ditutup.
Informasi ini pun dibenarkan oleh pihak berwenang. Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono menyebut patung tersebut runtuh lantaran tiang kerangka patung masih berdiri tegak.
"Kejadiannya sekitar jam 10 pagi tadi. Sudah saya cek ke lokasi, benar peristiwa itu," jelasnya. "Jadi patung itu rontok (runtuh) bukan roboh. Karena tiangnya masih berdiri kita lihat."
Terkait penyebab pasti runtuhnya patung itu masih diselidiki pihak kepolisian. Sementara ini pihak kepolisian hanya memasang police line di lokasi lantaran masih ada sisa material yang menggantung di atas tiang.
Sebagai pengingat, patung ini dahulu sempat mendapatkan penolakan besar-besaran dari masyarakat Tuban, bahkan dari jajaran pemerintahnya juga. Bahkan patung yang diresmikan pada 2017 lalu itu sempat ditutup dengan kain karena pihak Pemkab Tuban mengaku belum memberi izin.
Patung itu sendiri dibangun dengan donasi dari warga Tri Dharma yang dikumpulkan sampai sebesar Rp 2,5 miliar. Sempat akan dirobohkan lantaran dianggap tak berizin, tidak ada yang mengira patung itu akan runtuh dengan sendirinya hari ini.
"Dulu sempat akan dirobohkan karena tak memiliki izin resmi," ujar Abdul Rohim, salah seorang warga setempat, dilansir dari Liputan 6. "Ini malah rontok sendiri."
(wk/elva)