Corona Bikin Harga Anjlok, Peternak Madiun Bagi-bagi Ribuan Ayam Gratis ke Warga
Nasional

Peternak ayam di Kabupaten Madiun, Jawa Timur melakukan aksi bagi-bagi ayam secara gratis kepada warga sekitar. Kegiatan ini dilakukan karena kekesalan atas anjloknya harga ayam potong di kalangan peternak.

WowKeren - Sejumlah peternak ayam ras atau ayam potong di Kabupaten Madiun, Jawa Timur melakukan aksi bagi-bagi ribuan ekor ayam ternaknya secara cuma-cuma di Pasar Dungus, Kecamatan Wungu. Hal ini tentu membuat warga yang berbelanja pun akhirnya mengerubungi tempat pembagian ayam gratis tersebut tanpa menghiraukan anjuran pemerintah untuk menjaga jarak atau social distancing.

Aksi bagi-bagi ayam gratis ini rupanya wujud kekesalan dari para peternak akan anjloknya harga ayam potong. "Harga ayam potong di tingkat peternak saat ini hanya Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per kilogram," ujar salah satu peternak ayam potong di Kabupaten Madiun, Yusak Dwi Prasetyo yang ikut membagikan gratis ayamnya, Kamis (16/4).

"Padahal, harga pokok penjualan (HPP) sesuai Peraturan Menteri Pertanian paling rendah Rp 17 ribu per kilogram," sambungnya. Ia kemudian mengatakan bahwa peternak lebih baik membagikan ayam-ayam tersebut gratis ke masyarakat daripada mati kelaparan karena tak diberi makan.

Diketahui ada sekitar 2.000 ekor ayam potong yang dibagikan gratis pada kesempatan itu. "Lebih baik kami bagikan ayam ini gratis kepada masyarakat agar bisa dinikmati," ungkapnya. "Lebih bermanfaat untuk pemenuhan gizi protein warga, daripada ayamnya mati karena kami tidak bisa membeli pakan karena harganya yang anjlok."


Apabila perubahan harga tak juga terjadi dalam waktu dekat, maka peternak akan kembali membagikan ribuan ayam kepada masyarakat. Peternak sendiri diketahui mengalami kerugian hingga mencapai milyaran rupiah. Pasalnya, satu ekor ayam bisa merugi hingga Rp 15 ribu.

Jatuhnya harga ayam sebenarnya sudah lama terjadi sejak Lebaran 2019 lalu, namun adanya wabah corona ini juga kembali membuat harga pasar kembali anjlok. Para peternak pun mengaku bingung dengan jatuhnya harga ayam hidup di lapangan, padahal harga di pasaran masih tetap stabil di atas Rp 20 ribu per kilogram. "Mestinya, jika harga di tingkat peternak Rp 6 ribu per kilogram, maka harga daging ayam seharusnya Rp 15 ribu per kilogramnya," katanya.

Oleh karena itu, ia berharap aksi bagi-bagi ayam secara gratis ini bisa menyentuh para pemangku kepentingan untuk meninjau ulang aturan yang berlaku. Salah satunya tentang peraturan yang mengatur harga ayam hidup ambang terendah di kandang sebesar Rp 17 ribu per kilogram.

Sebelumnya, harga jual ayam yang tak pasti juga dialami di Pangandaran dan Jawa Barat. Para peternak ayam broiler dan pejantan harus mengobral harga yang jauh lebih murah, padahal harga kedua jenis ayam di pasaran tetap normal di kisaran Rp 35 sampai 40 ribu per kilogram.

Apabila hal ini terus terjadi, Ketua gabungan organisasi peternak ayam nasional (Gopan), Herry Dermawan mengatakan persediaan daging ayam di sejumlah daerah akan menjadi langka. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait