Kunci sukses Korsel dalam memerangi pandemi ini lantas diperbincangkan dalam diskusi online bertajuk 'Strategi Pemerintah Jepang dan Korea Selatan dalam Menghadapi Covid-19: Pembelajaran untuk Indonesia' pada Kamis (16/4).
- Bertilia Puteri
- Jumat, 17 April 2020 - 12:57 WIB
WowKeren - Korea Selatan telah diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu negara dengan strategi penanganan virus corona (Covid-19) terbaik di dunia. Kunci sukses Korsel dalam memerangi pandemi ini lantas diperbincangkan dalam diskusi online bertajuk "Strategi Pemerintah Jepang dan Korea Selatan dalam Menghadapi Covid-19: Pembelajaran untuk Indonesia" pada Kamis (16/4).
Salah seorang Visiting Scholar dari Seoul National University Asia Center (SNUAC), Nur Aisyah Kotarumalos, PhD, mendiskusikan kebijakan stretegis Korsel dalam menghadapi pandemi corona. Menurut Aisyah, Korsel telah belajar dari wabah serupa yang pernah mereka hadapi sebelumnya, yakni MERS.
"Kasus MERS menjadi pembelajaran penting oleh Korea (Selatan) dalam melakukan penanganan Covid-19," tutur Aisyah. Saat wabah MERS terjadi, Korsel awalnya membuat perundang-undangan khusus.
Salah satunya adalah melarang klinik di Korsel untuk melakukan diagnostic test, kecuali jika klinik mendapat izin atau perintah langsung dari pemerintah. Aturan ini lantas mengalami perubahan, tes massal pun akhirnya dapat dilakukan tanpa regulasi birokrasi pemerintah.
"Makanya Korea (Selatan) bisa menjalankan tes secara masal dengan cepat," ungkap Aisyah. "Karena pengalaman kasus MERS itulah mereka belajar."
Selain itu, Korsel hanya memiliki sedikit ruangan isolasi tekanan negatif kala wabah MERS melanda. Padahal, ruang isolasi tersebut dinilai sangat baik dalam mencegah penyebaran virus dari pasien yang positif terjangkit.
Aisyah menjelaskan bahwa ruang isolasi tekanan negatif merupakan ruangan dengan jalur khusus yang diperuntukkan bagi pasien terinfeksi virus penyebab wabah. Ruang ini membuat udara dari dalam tidak bisa keluar, tetapi udara dari luar dapat masuk ke dalam ruangan.
"Setelah (wabah) MERS itu, rumah sakit besar di Korea Selatan harus menyediakan ruangan khusus isolasi negatif," ujar Aisyah. Korsel lantas telah menyediakan ruang khusus sebagai antisipasi wabah penyakit berikutnya, bahkan sebelum Covid-19 muncul.
Karena jumlah yang disediakan rupanya belum cukup untuk menampung pasien Covid-19 yang membludak, pemerintah Korsel pun mengambil langkah baru. Para pasien Covid-19 dibagi ke sejumlah kategori, yakni kategori berat, sedang, dan ringan. Pasien yang masuk dalam kategori berat dan sedang dengan penyakit penyerta saja yang dirawat inap di rumah sakit.
"Dari masa wabah MERS, mereka (Korea Selatan) belajar bahwa infrastruktur lambat, hospital (pelayanan rumah sakit) yang lambat, klinis diagnostik yang lambat, segera diperbaharui," pungkas Aisyah. "Makanya ini yang dijadikan pembelajaran dan dipersiapkan kalau ada wabah kesehatan lagi."
(wk/Bert)