Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian (PVMBG) Kasbani menuturkan jika aktivitas gempa yang terjadi di Gunung Semeru masih tinggi.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 17 April 2020 - 14:59 WIB
WowKeren - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada hari ini, Jumat (17/4) pagi pukul 06.08 WIB. Saat erupsi, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut menyemburkan awan panas setinggi 2 kilometer dari puncak.
"Terjadi awan panas guguran sejauh 2.000 meter," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian (PVMBG) Kasbani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4). "Pusat guguran sekitar 1.000 meter dari kawah ke arah Besuk Bang."
Kasbani juga menuturkan jika aktivitas gempa yang terjadi di Gunung Semeru masih tinggi selama periode 1-16 April 2020. Saat ini, status Gunung Semeru sendiri masih berada di level II atau Waspada.
Sementara itu, aktivitas kegempaan yang terjadi lebih banyak didominasi oleh jenis gempa letusan, guguran, dan embusan. Setiap harinya, rata-rata gempa letusan terekam sebanyak 25 kejadian, gempa embusan 19 kali dan 6 kejadian gempa guguran. "Pada 17 April 2020, terekam gempa awan panas guguran dengan amplitudo maksimum 7 mm dan lama gempa 300 detik," ujarnya.
Aktivitas kegempaan dengan interval yang cukup intens menunjukkan tidak adanya penumpukan energi. Penumpukan energi berpotensi menyebabkan terjadinya erupsi dengan intensitas yang lebih besar.
"Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, serta potensi ancaman bahaya Gunung Semeru hingga 17 April 2020, tingkat aktivitas vulkanik G. Semeru dinilai masih dalam Level II (Waspada)," jelas Kasbani. "Tidak terdeteksi adanya peningkatan ancaman potensi bahaya."
Untuk keselamatan, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius sejauh 1 kilometer dari pusat kawah serta empat kilometer di sektor lereng selatan-tenggara. Sektor ini merupakan wilayah bukaan kawah aktif sebagai alur luncuran awan panas guguran.
Beberapa waktu lalu, Gunung Semeru juga sempat memuntahkan lava pijar sejauh 300 hingga 1.000 meter dari ujung lidah lava. Luncuran lava sejauh 750 meter dari kawah tersebut mengarah ke Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Curah Kobokan.
(wk/zodi)