Menurut Kepala Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang, Kosrudin, bocah yang diketahui bernama Nadin tersebut awalnya bermain di area proyek pemasangan kabel SUTET.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 18 April 2020 - 08:31 WIB
WowKeren - Media sosial dihebohkan dengan video seorang bocah yang bergelantungan di kabel SUTET setinggi 15 meter. Kejadian tersebut rupanya terjadi di Kecamatan Curug, Kota Tangerang pada Kamis (16/4) sore.
Dalam video yang juga dibagikan oleh akun Twitter @sushiaftergym pada Jumat (17/4) tersebut, tampak sang bocah berteriak minta tolong. "Aku udah enggak kuat," teriak bocah tersebut sembari berpegangan erat pada kabel di atas kepalanya.
Selain itu, terdengar suara warga yang meminta kasur untuk mengantisipasi jatuhnya sang bocah. "Tolong kasur, woy! Kok bisa naik sih?" ujar seorang pria dalam video tersebut
Menurut Kepala Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang, Kosrudin, bocah yang diketahui bernama Nadin tersebut awalnya bermain di area proyek pemasangan kabel SUTET. "Dia (Nadin) enggah tahu kalau kabel itu mau ditarik, anaknya bergelantungan pada saat kabel masih rendah," ungkap Kosrudin dilansir Kompas.com pada Sabtu (18/4).
Beberapa saat kemudian, kabel yang dipegang oleh Nadin ditarik oleh petugas. Nadin pun tak berani melepaskan genggamannya karena ia sudah terangkat terlalu tinggi.
Beruntung, Nadin dapat ditangkap dari ketinggian menggunakan matras. Nyawa Nadin pun terselamatkan, bocah tersebut juga langsung dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. "Anaknya masih sadar, mungkin ada cedera ringan, makanya langsung dibawa ke RS terdekat," ujar Kosrudin.
Terkait insiden ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun buka suara. Manager PLN Unit Pelayanan Pusat (UPP JISJ 2) Rizki Aftarianto meminta maaf atas insiden tersebut dan mengaku akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek dengan lebih baik lagi. Selain itu, Rizki juga meminta masyarakat, terutama para orangtua, untuk mengawasinya anak-anaknya supaya tak berada di lokasi proyek.
"Ke depannya agar hal serupa tidak terjadi lagi dan pelaksana pekerjaan agar lebih baik dalam pengawasan," terang Kosrudin. "Khususnya (yang memiliki) anak kecil yang berada di lokasi proyek agar (anak-anak) tidak menyentuh maupun bermain dengan material pekerjaan."
(wk/Bert)