Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut jika prediksi tersebut didapatkan dari para ilmuwan dari berbagai bidang.
- Zodiak Yanuarita
- Minggu, 19 April 2020 - 14:39 WIB
WowKeren - Kasus corona (COVID-19) di Indonesia terus bertambah setiap harinya. Bahkan diprediksi, puncak corona baru akan terjadi mulai Mei hingga selama 2 bulan ke depan, Juli.
"Angka kasus selama puncak secara kumulatif adalah 95 ribu kasus," kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito melalui kanal Youtube milik Sekretariat Presiden. "Sedangkan selama Juni dan Juli, kasus terkonfirmasi secara kumulatif akan mencapai 106 ribu kasus."
Prediksi tersebut didapatkan dari para ilmuwan berbagai bidang. "Prediksi kasus biasa dikerjakan oleh para pakar yang berasal dari banyak kelompok, institusi ilmiah, dan perorangan. Dan kami mengulas semuanya dan menggabungkan semua prediksi tersebut," ujar Wiku.
Meski demikian, Tim Pakar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu menuturkan jika tidak menutup kemungkinan jumlah kasus bisa lebih banyak dari yang diproyeksikan. "Sangat tergantung intervensi yang kita lakukan," kata Pandu, Minggu (19/4).
Menurutnya, perlu dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam skala nasional. Tak hanya sampai di situ, tes massal corona dengan metode PCR pun juga perlu ada peningkatan. Sedangkan untuk pasien yang terkonfirmasi positif perlu adanya upaya isolasi ketat guna menekan penyebaran semaksimal mungkin.
"Usulan saya PSBB lingkup nasional dengan memungkinkan intensitas implementasinya bervariasi per wilayah berdasarkan situasi epidemi dan kemampuan pemda," ujar Pandu. "Kombinasi dengan peningkatan tes massal untuk screening diagnosis dengan metode PCR. Jalankan isolasi ketat pada yang positif."
(wk/zodi)