Hingga Senin (20/4) kemarin, provinsi Jawa Timur mengumumkan tidak adanya kasus baru dan pertambahan korban meninggal akibat virus corona. Meski begitu, Gubernur Jatim Khofifah memastikan bahwa tracing COVID-19 akan tetap berlangsung.
- Nidya Putri
- Selasa, 21 April 2020 - 11:04 WIB
WowKeren - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengumumkan tak adanya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan kasus kematian karena corona pada Senin (20/4). Pengumuman tersebut disampaikannya dalam pertemuan yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur.
Tercatat total jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Jawa Timur tetap 588 seperti sebelumnya pada hari Minggu (19/4). Jumlah korban meninggal juga masih tetap 56 orang atau setara 9,52 persen dari total kasus terkonfirmasi di Jatim.
“Alhamdulilah, hari ini ada satu pasien Covid-19 yang sembuh di Kabupaten Malang," ujar Khofifah yang didampingi para punggawa Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Jawa Timur. "Jadi, totalnya ada 99 pasien yang terkonversi negatif atau sembuh."
Meski tidak ada pertambahan kasus baru pada Senin (20/4), bukan berarti penambahan jumlah kasus di Jawa Timur sudah mulai menurun. Karena proses tracing (pelacakan) oleh Gugus Tugas Covid-19 terus berjalan.
Terkait tidak adanya penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada Senin kemarin menimbulkan kemungkinan melonjaknya jumlah pasien positif di kemudian hari.
Menjawab hal tersebut, Ketua Gugus Tugas Kuratif Covid-19 dr Joni Wahyuhadi buka suara. “Yang punya otoritas untuk mengumumkan (kasus) confirmed atau positif adalah Kementerian Kesehatan. Kami tidak punya otoritas untuk itu. Saya kira demikian,” ujarnya.
Khofifah kemudian menambahkan bahwa meskipun tidak ada kasus baru yang terkonfirmasi Covid-19, upaya pelacakan oleh Tim Tracing terhadap orang-orang berisiko yang pernah kontak dengan pasien positif terus jalan. “Kan, saya sudah bilang, kalau untuk kepentingan tracing kami tidak menunggu pengumuman pusat," katanya. "Tetapi kalau untuk mengumumkan di dalam angka, SOP-nya adalah, kami akan menunggu pengumuman dari pusat."
Sebelumnya diketahui, 3 wilayah di Jawa Timur telah setuju untuk mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke Kementerian Kesehatan. Tiga wilayah tersebut adalah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.
(wk/nidy)