Sejumlah toko ritel masih menghadapi kelangkaan pasokan gula pasir jelang Ramadhan. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya oknum nakal yang menimbun pasokan gula tersebut.
- Nidya Putri
- Selasa, 21 April 2020 - 12:01 WIB
WowKeren - Bulan Ramadhan ada di depan mata, namun kelangkaan gula pasir di sejumlah pasar ritel masih kerap dijumpai. Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian (Perhepi) sekaligus Rektor Perbanas Institute Hermanto Siregar merasa ada kejanggalan pada fenomena ini.
Pasalnya, kemampuan produksi gula di dalam negeri cukup besar. Sehingga, bisa saja kelangkaan gula di pasar ritel terjadi karena ulah oknum penimbun pangan.
"Kalau saat ini gula langka di tataran ritel, kemungkinan ada oknum yang nakal menahan atau bahkan menimbun stok gula yang dimilikinya," ujar Hermanto dilansir Detikcom, Selasa (21/4). Ia kemudian melanjutkan bahwa di wilayah Sumatera Utara (Sumut) saja mampu memproduksi gula hingga sekitar 800.000 ton gula.
Jumlah itu belum dijumlah dengan produksi wilayah lain dan stok impor yang diizinkan pemerintah. Padahal kebutuhan gula nasional dalam setahun adalah sebesar 3 juta ton.
"Di Sumut sejak akhir Februari yang lalu sudah ada pabrik gula yang mulai menggiling tebu," terangnya. "Kalau hal ini dilakukan hingga sekitar lebaran, produksi gula dari Sumut bisa mencapai sekitar 800 ribu ton gula. Mestinya hal ini cukup untuk menutupi kebutuhan gula nasional untuk konsumsi hingga lebaran."
Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri juga sependapat. Ia menilai jika potensi menimbun gula saat ini sangat mungkin terjadi apalagi menjelang Ramadhan dan Lebaran.
Oleh karena itu Abdullah berharap pemerintah bisa lebih tegas lagi menindak oknum-oknum penimbun seperti ini agar kelangkaan komoditas bisa dihilangkan dan harga tidak melambung tinggi.
Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengaku bahwa kelangkaan gula di pasar ritel terjadi lantaran belum semua gula kristal putih (GKP) didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia. "Dari 250.000 ton penugasan dari gula mentah menjadi GKP itu baru 52.000 ton yang sudah didistribusikan ke seluruh wilayah NKRI," ujar Kepala Satgas Pangan Polri Daniel Tahi Monang Silitonga, Senin (20/4).
Daniel pun memastikan bahwa pekan ini pemerintah akan menambah jumlah GKP yang akan didistribusikan ke seluruh Indonesia. "Kita lihat minggu ini akan bertambah sehingga kelangkaan gula di ritel dan pasar dapat ditutupi," katanya.
(wk/nidy)