Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo membenarkan Indonesia akan tetap mengekspor APD ke Korea Selatan walau saat ini situasi di Tanah Air pun langka.
- Elvariza Opita
- Selasa, 21 April 2020 - 12:36 WIB
WowKeren - Indonesia pun ikut merasakan kelangkaan APD itu. Namun nyatanya situasi pelik akibat kelangkaan APD ini bakal "diperburuk" dengan kewajiban Indonesia mengekspor APD siap pakai untuk tenaga medis di Korea Selatan.
Informasi ini dibenarkan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Indonesia, Letjen TNI Doni Monardo. Namun Doni menegaskan kewajiban itu merupakan bentuk kompensasi karena Korsel sudah menjual bahan baku pembuatan 1 juta APD di dalam negeri.
"Kompensasinya kita wajib memberikan dukungan untuk mengembalikan bahan baku ini dalam bentuk produk jadi kepada Korea Selatan," kata Doni melalui video konferensi pasca menjalani rapat bersama Presiden Joko Widodo, Senin (20/4). "Oleh karenanya teman-teman wartawan sekalian mohon dimaklumi bahwa tidak ada satupun negara yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri."
Lebih lanjut, Doni menilai suatu kewajaran bila antarnegara saat ini bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan logistik penanganan COVID-19. Apalagi kerja sama ini juga demi memenuhi kebutuhan APD dalam negeri yang memang tak bisa dipenuhi secara swadaya oleh Indonesia.
"Tetapi juga kita tidak bisa membiarkan negara lain yang telah mengirimkan (bahan baku) APD ke tanah air tidak kita kembalikan," jelas Doni yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dilansir dari Kompas, Selasa (21/4). "Oleh karenanya sekali lagi kerja sama, kesepakatan ini penting sekali."
Indonesia sendiri saat ini memang dalam status kekurangan APD. Bahkan ada beberapa tenaga medis yang harus berjuang menangani pasien COVID-19 dengan berbekal APD seadanya seperti jas hujan.
Namun kelangkaan ini nyatanya tak menyurutkan langkah pemerintah untuk mengekspor APD. Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya sudah pernah menyampaikan ekspor APD tak akan mengurangi ketersediaan produk serupa di Indonesia.<.p>
"Indonesia juga membantu (negara lain), karena salah satu negara penghasil APD terbesar dunia," kata Sri Mulyani pasca sidang kabinet bersama Jokowi, Selasa (14/4). "Jadi kontrak dengan negara lain tetap akan kami penuhi tanpa korbankan kebutuhan APD di dalam negeri."
(wk/elva)