Erlina Burhan sebagai dokter ahli paru memberikan apresiasi kepada para tenaga medis perempuan di Hari Kartini yang jatuh pada Selasa (21/4) ini. Ia mengucapkan terima kasih atas dedikasi para nakes dalam merawat pasien virus Corona.
- Wahyu
- Selasa, 21 April 2020 - 16:52 WIB
WowKeren - Momen Hari Kartini menjadi saat yang tepat untuk mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi pada tenaga kesehatan perempuan. Apalagi, tenaga kesehatan perempuan di Indonesia mendominasi hampir di setiap rumah sakit.
Dokter spesialis paru di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Erlina Burhan menyebutkan, sedikitnya 80 persen perawat di Indonesia merupakan perempuan. Sementara jumlah dokter di Indonesia seimbang antara laki-laki dan perempuan. Menurut Erlina, tenaga kesehatan perempuan memiliki keunggulan dalam mendekati dan memahami pasien saat berobat.
"Perempuan memiliki kemampuan sedikit lebih dalam mendekati pasien. Sehingga bisa dimanfaatkan dalam memberikan edukasi kepada pasien maupun kepada keluarga," kata Erlina saat siaran langsung melalui kanal YouTube BNPB Indonesia melansir Liputan6, Selasa (21/4).
Erlina menilai, para tenaga kesehatan perempuan sudah melakukan pelayanan yang berkualitas sesuai peran mereka masing-masing terutama saat masa pandemi Covid-19. Ia mengapresiasi terhadap mereka yang mampu berperan ganda dan menyelaraskan tugasnya baik di rumah sakit, rumah, juga di masyarakat. Pada lingkungan masyarakat, Erlina mengatakan, para tenaga kesehatan bisa berperan dalam memberikan edukasi kepada pedagang sayur keliling atau para tetangga dalam upaya pencegahan virus Corona.
"Perempuan juga punya peran di masyarakat. Contohnya, kalau bukan tenaga kesehatan bisa memastikan anggota masyarakat yang sedang isolasi mandiri di rumah benar-benar ikut memberi semangat, motivasi. Kalau kebetulan tenaga kesehatan bisa ikut beri edukasi agar stigma bisa diminimalisir," tuturnya.
Erlina juga berpesan khusus kepada para tenaga kesehatan perempuan agar menjaga diri dan kesehatan pribadi. "Jaga kesehatan, jaga stamina. Karena bukan ini saja yang kita hadapi, kita juga punya keluarga di rumah dan juga punya pasien yang lain, bukan hanya pasien COVID-19 saja."
Erlina menegaskan bahwa peran tenaga kesehatan tidak hanya di saat pandemi COVID-19 saja, namun di masa depan, profesi ini tetap dibutuhkan. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa semua perempuan di Indonesia punya peran dalam menghadapi COVID-19.
"Anda semua adalah pahlawan di keluarga dan juga pahlawan di tempat masing-masing, dengan peran yang bisa diambil masing-masing. idak masalah apakah peran itu kecil atau besar, semuanya berarti untuk bangsa kita ini sama-sama menghadapi COVID-19," pungkasnya.
(wk/wahy)