Bantah Warganya Meninggal Kelaparan, Walkot Serang: Karena Takdir
Nasional

Sebelumnya, seorang ibu berinisial YN dikabarkan meninggal dunia usai 2 hari kelaparan di tengah pandemi corona. Wali Kota Serang, Syarifudin, lantas memberikan klarifikasinya.

WowKeren - Publik sempat dikejutkan dengan kabar meninggalnya YN, ibu dari 4 anak di Serang, Banten. Hal yang membuat publik miris adalah YN disebut meninggal dunia bukan akibat virus corona (Covid-19), melainkan karena kelaparan selama 2 hari.

Wali Kota Serang, Syafrudin, lantas membantah anggapan YN meninggal karena kelaparan. Syafrudin mengaku bahwa pihaknya langsung turun tangan usai mendapat kabar bahwa keluarga YN tidak makan selama 2 hari dan hanya minum air galon pada Sabtu (18/4) pekan lalu.

"Saya mendapat kabar berita dari medsos bahwa ada warga Kota Serang yang di Kaloran itu dua hari makan air, tidak makan nasi, kemudian kelaparan," tutur Syafrudin pada Selasa (21/4) kemarin. "Terus saya mengutus Camat Serang."

Tak hanya Camat, tim dari Dinas Sosial juga diturunkan untuk memberi bantuan pada Minggu (19/4) lalu. Syafrudin menyebut bahwa berdasarkan laporan dari tim Dinsos, terdapat cemilan singkong dan pisang goreng saat rumah warga tersebut didatangi pada hari Minggu. "Kayaknya itu kurang pas. Sebab, di situ, di ruangan itu, ada pisang goreng, kemudian ada singkong," ujar Syafrudin menirukan laporan dari utusannya.


Lebih lanjut, Syafrudin menyebut bahwa YN meninggal karena takdir, bukan karena kelaparan. Ia juga mengungkapkan bahwa YN sebelumnya memang sering sakit di bagian kepala.

"Meninggalnya ibu Yulie bukan karena kelaparan, pertama karena takdir," terang Syafrudin. "Kedua, menurut informasi suaminya, melalui Ketua HIPI semalam ta'ziyah, istrinya sering sakit kepala."

Akibat kasus meninggalnya YN ini, Syafrudin mengaku akan membuat edaran ke setiap Lurah dan Camat. Warga diminta melapor jika melihat ada tetangganya yang kesulitan, terutama di tengah pandemi seperti sekarang. Selain itu, Lurah dan Camat juga diminta untuk mengawasi warganya secara cermat, terlebih di tengah pandemi corona yang berimbas ke banyak aspek kehidupan.

"Saya akan buat edaran untuk kontrol masyarakat sehubungan kejadian sekarang ini," pungkas Syafrudin. "Yang tahu persis bukan lurah, tetangganya, jadi informasi yang akurat itu dari tetangganya, RT juga mungkin tidak terpantau."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait