Tak Ingin Warga Panik dengan Segala Aturan, Jayapura Belum Ajukan PSBB
Reuters
Nasional

Meskipun Jayapura tidak melakukan PSBB namun pemerintah daerah telah telah melaksanakan protokol yang mirip PSBB. Salah satunya membatasi aktivitas warga di jam tertentu.

WowKeren - Satu demi satu wilayah di Indonesia telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyusul semakin meningkatnya kasus corona di negeri ini. Meski demikian, ada wilayah yang belum mengajukan langkah kebijakan tersebut ke pemerintah pusat.

Salah satunya Jayapura. Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano menyebutkan alasan mengapa dirinya tak kunjung mengajukan PSBB. Alasannya, ia tak ingin membuat warganya panik.

Sebab ketika PSBB diberlakukan, sederet peraturan memang harus diterapkan demi kelancaran PSBB itu sendiri. Namun meskipun Jayapura tidak melakukan PSBB namun pemerintah daerah telah telah melaksanakan protokol yang mirip PSBB. Salah satunya membatasi aktivitas warga di jam-jam tertentu.

"Kami tetap melakukan pendekatan humanis dan tidak melakukan PSBB," kata Benhur, Rabu (22/4). "Intinya itu kan warga tak panik, takut dengan segala aturan yang diterapkan pemerintah."


Sementara itu, status kota Jayapura sendiri saat ini masih siaga darurat. Ia melanjutkan jika penduduk di Jayapura tidak seperti yang ada di kabupaten lain di Papua. Menurutnya, penduduk Jayapura lebih padat sehingga dikhawatirkan jika PSBB dilakukan justru akan memunculkan kepanikan.

"Penduduk di Kota Jayapura itu padat, berbeda dengan penduduk di kabupaten lain yang banyak tinggal di kampung," tutur Benhur. "Kami tak ingin jika diterapkan PSBB akan ada panic buying dan hal lainnya."

Untuk menekan penularan virus corona, Jayapura juga mewajibkan warganya untuk memakai masker ketika akan keluar rumah. "Kami akan bagikan masker untuk seluruh warga dalam pencegahan corona," katanya.

Untuk penanganan COVID-19 di wilayahnya, Pemkot Jayapura telah menggelontorkan dana sebesar Rp 29 miliar. Realoaksi APBD ditujukan pada tiga hal yakni penanganan masalah kesehatan, penanganan masalah dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial.

Untuk membantu masyarakat, Pemkot juga telah membentuk dapur umum. "Pemkot Jayapura juga membuka dapur umum yang dikelola oleh personel TNI Polri dan Satpol PP, untuk memberikan makan kepada warga terdampak COVID-19," ujar Benhur.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait