Lembaga Perlindungan Anak (LPA) meminta kepada pemerintah kota Serang dan pemerintah daerah untuk memperhatikan nasib anak-anak almarhumah Yulie Nuramelia
- Lailatul Maghfiroh
- Rabu, 22 April 2020 - 15:24 WIB
WowKeren - Seorang ibu rumah tangga di Serang, Banten, bernama Yulie Nuramelia, (43) meninggal pada awal pekan ini setelah menahan lapar dengan hanya minum air galon isi ulang selama dua hari. Tentunya kepergian Yuli masih menyisakan duka yang mendalam bagi keempat anaknya.
Kendati demikian, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) meminta kepada pemerintah kota Serang untuk memerhatikan pula nasib anak-anak mendiang Yulie, termasuk pendidikan dan tumbuh kembangnya. Terutama kepada anak bungsunya yang diketahui masih berusia tujuh bulan.
"Anak almarhumah ini harus jadi perhatian pemerintah ke depan, karena masih ada yang sekolah, ada yang putus sekolah, tentu harapan kami anak ini tetap bersekolah, sehingga dinas terkait harus mempersiapkan bantuan itu," kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten, Uut Lutfi, saat ditemui di kediaman mendiang Yuli, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Selasa (21/4).
Lebih lanjut, dari keterangan sang suami, Muhammad Holik, kini anak bungsunya tersebut sedang diurus oleh bibinya. "Termasuk anak yang paling bungsu, 7 bulan, harus diperhatikan masa kembang nya. Sekarang sedang diurus bibinya, pengakuan bapaknya," tambah Uut.
Belajar dari kasus ini, Uut menyarankan agar Pemkot Serang dan Pemprov Banten menggandeng semua elemen dan relawan untuk mencari tahu lagi keluarga-keluarga yang memang membutuhkan. Sehingga mereka bisa segera mendaptkan bantuan sosial.
"Kasus ini mudah-mudahan kasus terakhir. Pemerintah, satgasnya harus bisa bekerjasama dengan peran pemuda, keluarga mana yang membutuhkan bantuan, harus dikasih bantuan," tutur Uut. "Jangan sampai setelah meninggal, pemerintah merasa kecolongan."
Untuk diketahui, suami Yuli bekerja sebagai pencari barang rongsokan. Sementara anak sulungnya bekerja sebagai buruh.
Agus Jakaria, Ketua RT 03 RW 07, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, mengaku pernah membawa berkas keluarga almarhum Yuli ke pemerintah untuk mendapatkan bantuan sosial meski akhirnya pengajuan berkas tersebut ditolak. Semengtara itu, Holik juga sudah memberikanklarifikasi bahwa istrinya meninggal bukan karena kelaparan melainkan karena kelelahan.
(wk/lail)