PSBB di Surabaya Raya Ditarget Bisa Kurangi Jumlah Pasien Corona Minimal 50 Persen
rsudrsoetomo.jatimprov.go.id
Nasional

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Rumpun Kuratif Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi, menjelaskan bahwa grafik di wilayah Surabaya Raya cenderung tidak stabil. Kadang ada penambahan pasien positif, kadang tidak.

WowKeren - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto diketahui telah menyetujui penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya pada Selasa (21/4) kemarin. Penerapan PSBB ini mencakup wilayah Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Rumpun Kuratif Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi, lantas menjelaskan target yang hendak dicapai dalam penerapan PSBB tersebut. "Jadi grafik penambahan pasien positif Covid-19, juga yang dirawat karena Covid-19 harus turun. Secara stabil, bukan naik, turun, hilang, terus ada lagi, harus stabil turun," ungkap Joni dilansir detikcom pada Rabu (22/4) hari ini.

Menurut Joni, grafik di wilayah Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik cenderung tidak stabil. Kadang ada penambahan pasien positif Covid-19, kadang tidak. Oleh sebab itu, penerapan PSBB diharapkan dapat menertibkan masyarakat menekan penyebaran virus corona.

"Yang harus kita ubah adalah metodenya. Karena selama ini melakukan kegiatan preventif kuratif, tracing, dengan grafik ini ada sesuatu yang tidak tepat, maka Gubernur mengajukan PSBB," jelas Joni. "Saat PSBB kita akan melakukan tindakan represif. Hal itu sudah dibolehkan karena ada aturannya. Pemerintah daerah/kota harus menegaskan warganya untuk tidak bandel. Bisa kalau ada warga bandel nongkrong malam, bisa saja langsung diisolasi agar memberi efek jera, harus ada tindakan represif."


Apabila PSBB di Surabaya Raya berjalan dengan baik selama 2 minggu, maka Joni memprediksi angka pasien corona yang dirawat bisa turun lebih dari 50 persen. Meski belum mematok angka target yang pasti, Joni menegaskan bahwa PSBB ini diharapkan bisa menurunkan minimal 50 persen kasus Covid-19.

"Katakan hari ini ada 600 positif, yang dirawat 400. Maka PSBB targetnya nanti yang dirawat akan tersisa setengahnya. Memang belum untuk angka targetnya," tutur Joni. "Belum, masih dirundingkan ibu Gubernur, tapi secara kuratif, targetnya minimal 50 persen dari yang dirawat harus selesai dan tidak ada penambahan pasien positif Covid- 19 secara signifikan."

Selain itu, penerapan PSBB ini juga diharapkan bisa menstabilkan grafik yang ada. Itu berarti sudah tidak ada penularan baru.

"Grafik harapannya stabil tidak naik lagi. Hingga tidak ada penularan. Virus ini berhenti kalau tidak ada yang menularkan," pungkas Joni. "Grafik di Jatim memang belum stabil tetapi prediksi saya tampaknya Minggu (12/4) lalu angka yang paling tinggi untuk penambahan pasien positif."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait