Jokowi Sebut Corona Selesai Akhir 2020, Begini Tanggapan Pengusaha
Instagram/jokowi
Nasional

Kalangan pengusaha menegaskan jika tidak ada seorang pun yang tahu kapan pandemi akan berakhir. Hal terpenting yang bisa dilakukan untuk saat ini adalah menekan penyebarannya.

WowKeren - Presiden Joko Widodo sempat mengungkapkan keyakinannya jika pandemi corona (COVID-19) akan selesai akhir tahun 2020 ini. Hal ini rupanya mendapat tanggapan dari pihak pengusaha.

Kalangan pengusaha menegaskan jika tidak ada seorang pun yang tahu kapan pandemi akan berakhir, tak terkecuali di Indonesia. Hal terpenting yang bisa dilakukan untuk saat ini adalah berusaha maksimal untuk menekan penyebaran virus tersebut.

Jika penyebaran berakhir maka pandemi juga akan menurun yang mana hal ini akan berdampak pada bangkitnya perekonomian. "Kalau meramal, nggak ada argumen yang bisa di hitung," kata Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno dilansir CNBC Indonesia, Rabu (22/4).

Namun meski demikian, ia memaklumi jika setiap orang memiliki pandangan yang berbeda terkait pandemi ini. Pasalnya, menurut dia, pandemi semacam COVID-19 baru kali ini terjadi di dunia.


"Saya kira di dunia ini karena belum pernah punya pengalaman mengenai serangan COVID-19," lanjut dia. "Maka untuk judgement boleh aja, masing masing punya argumen atau hitungan."

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani menilai jika keyakinan Jokowi itu terbukti, maka akan kurang baik dampaknya bagi pengusaha. Akan ada banyak pengusaha yang mengalami kesulitan sehingga berpotensi memicu gelombang PHK baru.

Pasalnya saat ini saja, sudah banyak perusahaan yang "menjerit". Beberapa di antaranya bahkan sudah ada yang melakukan PHK terhadap karyawannya. Para pengusaha yang terhimpun dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memperkirakan kemampuan pengusaha hanya bisa bertahan sampai Juni 2020.

"Jelas kalau kita begini aja ya nggak akan kuat ya. Udah dengar beberapa industri, perusahaannya hingga Juni saja nggak kuat," papar Shinta masih dilansir CNBC Indonesia. "Saya pikir kalau nggak didorong pemerintah soal stimulus, insentif, dan lain-lain nggak mungkin mereka bisa bertahan sampe akhir tahun."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait