Andre Rosiade berikan kritikan untuk para staf khusus (stafsus) yang disebutnya hanya gaya-gayaan menyandang jabatan tersebut. Ketimbang hanya menambahi anggaran negara, ia menyarankan presiden jokowi untuk segera membubarkan stafsus.
- Wahyu
- Rabu, 22 April 2020 - 16:44 WIB
WowKeren - Pada Selasa (21/4) kemarin, CEO Ruang Guru, Belva Devara mundur dari jabatannya sebagai Staf Khusus (Stafsus) Presiden. Ia memberikan pernyataan resminya melalui akun Instagram pribadinya.
"Berikut ini saya sampaikan informasi terkait pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden. Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020," tulis Belva.
Keputusan Belva ini rupanya mendapat banyak sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya anggota DPR-RI Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade yang secara gamblang meminta stafsus milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dibubarkan.
Menurut Andre, gaji para stafsus bisa dipergunakan untuk menangani pandemi Corona saat ini. Pasalnya, Indonesia saat ini benar-benar membutuhkan banyak dana untuk memberi makan sekitar 271 juta jiwa. "Alangkah tepatnya saran kepada Presiden stafsus minelial ini dibubarkan saja lalu gaji gaji mereka, anggaran yang dipersiapkan untuk staf khusus milenial ini di geser dan dipakai untuk pengananan Covid-19," kata Andre mengutip Liputan6, Rabu (22/4).
Menurutnya, hal tersebut jauh lebih bermanfaat ketimbang adanya stafsus milenial yang tidak jelas kinerjanya. Kehadiran mereka justru menimbulkan masalah serta menambah beban anggaran negara. "Itu jauh lebih efektif dan bermanfaat dari pada menimbulkan kekisruhan terus, kita tidak melihat manfaat mereka jadi stafsus milenial Pak Jokowi, malah menjadi beban," ujarnya lagi.
Ketua DPD Gerindra Sumbar itu menuturkan, banyak masalah yang ditanggung oleh kepala negara. Ia melihat adanya stafsus hanya sekadar gaya-gayaan saja. "Kan kasihan Pak Jokowi seharusnya bekerja untuk rakyat tapi malah dibebani oleh staf khusus milenial yang mungkin terkesan hanya gaya gayaan saja," tuturnya.
Kekisruhan ini bermula dari dugaan konflik kepentingan dalam kasus surat berkop Sekretariat Kabinet yang melibatkan Stafsus Jokowi, Andi Taufan Garuda. Kasus ini sontak langsung menjadi perbincangan publik. Hingga saat ini, polemik tersebut nampaknya msih berbuntut panjang.
(wk/wahy)