Karyawan Positif Corona, Pabrik Rokok Sampoerna Lakukan ini untuk Jamin Keamanan Produk
Youtube
Nasional

Sebanyak 2 karyawan Sampoerna meninggal dunia dan dinyatakan positif Corona. Puluhan karyawan lain yang menjalani rapid test juga menunjukkan hasil reaktif.

WowKeren - Kabar meninggalnya 2 karyawan pabrik rokok Sampoerna, Rungkut, Surabaya, tentu membuat publik sangsi mengenai keamanan produknya. Terlebih hasil rapid test terhadap seluruh karyawan di kompleks PT Sampoerna menunjukkan puluhan orang reaktif hingga harus menjalani isolasi di Rumah Sakit dr Soetomo.

Mengenai produk rokok, pabrik Sampoerna ternyata sudah menghentikan kegiatan produksi di Rungkut sejak 27 April 2020. Penghentian tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur Jatim No 18/2020 dan PERWALI No 16/2020 tentang PSBB.

"Penghentian sementara ini bertujuan agar kami dapat melaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2 guna menghentikan tingkat penyebaran virus COVID-19 yang saat ini telah berdampak pada beberapa karyawan kami di lokasi tersebut," kata Elvira Lianita selaku Direktur PT HM Sampoerna Tbk dilansir dari Surabaya Tribunnews.


Selain itu, pihak Sampoerna juga berupaya menjaga keamanan produk dengan mengkarantina rokok selama 5 hari sebelum didistribusikan ke konsumen dewasa. Waktu tersebut lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan COVID-19 European CDC (European Centre for Disease Prevention and Control) dan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.

Seperti diketahui, COVID-19 dapat bertahan selama 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel. Untuk tembaga, COVID-19 bertahan kurang dari 4 jam, sedangkan pada kardus kurang dari 24 jam.

Upaya pencegahan penyebaran COVID-19 juga telah dilakukan PT Sampoerna sejak pertengahan Maret 2020. Di antaranya membatasi akses ke fasilitas produksi hanya kepada karyawan berkepentingan, melakukan pengecekan suhu temperatur tubuh, mengelompokkan kegiatan kerja, menyediakan perlengkapan pelindung diri seperti masker dan hand sanitizer, serta menerapkan physical distancing.

Penyemprotan disinfektan juga telah dilakukan di seluruh pabrik. "Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan dan kesehatan para karyawan kami dengan menerapkan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah, serta terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan Gugus Tugas di tingkat Kota dan Provinsi untuk mencegah penyebaran," tutup Elvira Lianita.

(wk/nere)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait