Penyaluran bantuan sosial dari pemerintah pusat untuk warga terdampak COVID-19 diketahui sempat terhambat. Belakangan terungkap alasan sepele di balik keterlambatan ini.
- Elvariza Opita
- Jumat, 01 Mei 2020 - 22:02 WIB
WowKeren - Pemerintah menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan bahan pangan kepada masyarakat terdampak COVID-19. Bantuan ini ada yang berasal dari pemerintah pusat, ada juga yang dari pemerintah daerah.
Namun ternyata penyaluran bansos ini sempat terhambat, seperti disampaikan oleh Menteri Sosial Juliari Batubara. Yang tak disangka, bansos ini sempat terlambat diterima warga karena hal sepele, yakni masalah kemasan atau kantong bertuliskan "Bantuan Presiden" habis.
Juliari pun tak menampik kabar tersebut. Ia mengaku stok jumlah kemasan yang kurang menyebabkan bantuan terhambat dikirim ke masyarakat.
"Awalnya iya (bantuan terhambat akibat masalah kemasan) karena ternyata pemasok-pemasok sebelumnya kesulitan bahan baku yang harus diimpor," kata Juliari, Rabu (29/4). "Sekarang supply kantong sudah lancar."
Politikus PDI Perjuangan itu mengaku tak melihat ada hal yang janggal di balik alasan terhambatnya penyaluran bansos, termasuk soal tulisan "Bantuan Presiden" di kemasannya. Ia justru balik menyindir fenomena kepala-kepala daerah memberikan bansos dengan kemasan yang memuat potret mereka.
Namun kemasan bansos dengan tulisan "Bantuan Presiden" ini langsung menuai kritikan pedas dari sejumlah wakil rakyat. Seperti dari Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR RI, Saleh Daulay, yang menilai tulisan tersebut tak tepat mengingat bansos disalurkan dari dana yang juga berasal dari uang rakyat.
"Bukankah itu memakai uang negara?" ujarnya, Kamis (30/4). "Artinya itu bukan bantuan personal, tetapi bantuan negara yang didanai dari dana APBN milik rakyat."
Tetapi Saleh sendiri bukan menuding Presiden Joko Widodo tengah melakukan pencitraan di tengah wabah. "Ini mungkin menterinya saja yang ingin mendapat poin dari presiden," ungkap Saleh.
Hal berbeda disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily. Ace mengaku belum melihat wujud bansos dan kemasan kontroversial tersebut, namun ia menilai keterlambatan penyaluran bantuan semata karena masalah teknis.
"Yang terpenting kan bantuan sampai ke rakyat," tuturnya, seperti dilansir dari Tirto, Jumat (1/5). "Jadi menurut saya itu soal teknis. Yang terpenting bantuan sampai ke rakyat dan rakyat menerima bantuan itu sebaik-baiknya."
(wk/elva)