Meski demikian, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo, menjelaskan ada sejumlah klaster dan kemungkinan penyebabnya potensi baru penularan virus corona.
- Bertilia Puteri
- Senin, 04 Mei 2020 - 14:18 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengungkapkan bahwa laju kasus baru virus corona telah mengalami penurunan sebesar 11 persen. Meski demikian, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo, berpesan agar hal ini jangan sampai membuat lengah.
"Kami jelaskan bahwa laju kasus baru mengalami penurunan sampai dengan 11 persen," terang Doni dalam konferensi video usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo pada Senin (4/5). "Tetapi hal ini bukan berarti kita menjadi lengah."
Lebih lanjut, Doni menjelaskan ada sejumlah klaster dan kemungkinan penyebabnya potensi baru penularan virus corona. Orang-orang yang perlu diantisipasi adalah buruh migran Indonesia (BMI) hingga warga yang masih nekat mudik dan lolos dari pemeriksaan.
"Karena kehadiran sejumlah BMI yang berpotensi juga menjadi bagian daripada penularan," jelas Doni. "Termasuk juga jemaah tablig, kemudian klaster Gowa, beberapa tempat industri yang menjadi episentrum, kemudian pemudik yang lolos dari pemeriksaan aparat. Hal ini berpotensi meningkatnya kasus kembali."
Oleh sebab itu, Doni pun mengajak agar seluruh komponen bekerja sama dan benar- benar mengantisipasi penyebaran baru COVID-19. Gugus Tugas di daerah juga disebut Doni telah melakukan penanganan.
"Kerja sama seluruh komponen, baik di pusat maupun daerah betul-betul terintegrasi dengan baik," tutur Doni. "Gugus tugas provinsi telah susun organisasi dan setiap gugus tugas betul-betul melakukan pencegahan, deteksi, dan penanganan kepada masyarakat."
Sebelumnya, Presiden Jokowi telah meminta agar seluruh pekerja migran yang pulang ke Indonesia untuk diawasi dengan ketat. Menurut Jokowi, saat ini sudah ada lebih dari 80 ribu pekerja migran yang pulang ke Tanah Air.
Nantinya, angka tersebut masih akan terus bertambah. Jokowi memperkirakan setidaknya 16 ribu pekerja migran lagi akan kembali ke Indonesia.
Oleh sebab itu, sang Presiden meminta agar mereka dimonitor dengan ketat, terutama yang terkait dengan potensi penyebaran virus corona dalam klaster pekerja migran. "Ini betul-betul harus ditangani dan dikawal secara baik di lapangan, sehingga jangan sampai muncul gelombang kedua," pungkas Jokowi dalam rapat terbatas terkait laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada hari ini.
(wk/Bert)