Warganet di media sosial memperdebatkan pernyataan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, yang menyebutkan ojek online sebagai solusi agar suami-istri tidak berboncengan saat PSBB.
- Neressa Prahastiwi
- Selasa, 05 Mei 2020 - 12:15 WIB
WowKeren - Provinsi Gorontalo mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Senin (4/5). Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, yang memimpin langsung kegiatan PSBB menyebut ada 11 titik perbatasan yang ditutup, baik akses laut, udara, maupun darat.
Video Rusli Habibie saat menggelar konferensi pers PSBB lantas menjadi omongan warganet. Dalam video tersebut, salah satu wartawan bertanya mengenai peraturan penumpang motor dilarang berboncengan. Rusli menegaskan bahwa peraturan tersebut juga berlaku untuk suami-istri.
"(Wartawan)Pak apakah suami istri nggak boleh boncengan. ?" tulis akun @Gilang_Mahesa mentranskrip pembicaraan dalam video yang diunggahnya. "(Rusli)Nggak boleh, kalau punya dua motor pakai , kalau nggak punya , pakai ojek online aja."
Pernyataan Rusli langsung menjadi perdebatan warganet lantaran memperbolehkan ojek online (ojol) namun melarang suami-istri berboncengan. Padahal kedua pilihan tersebut jelas tak ada bedanya. Beberapa warganet lantas menjelaskan bahwa ojol di Gorontalo identik dengan becak motor alias bentor.
"Begini kang, kalo di Gorontalo ojek online itu mayoritas bentuknya bentor (becak motor) begitu. Ini yg orang2 di Jawa belum tentu memahami," jelas akun @Yoeee__.
"Ini ojol Gorontalo. Dan mungkin suami istri tetap dilarang boncengan untuk memudahkan saat screening dijalanan. Jalan umum jd lebih mudah dikontrol. Mengerikan memang dgr informasi tanpa ditelaah tp udh dicela duluan," tulis akun @bimaboim sambil menyertakan gambar ojol mengendarai bentor.
Humas Pemprov Gorontalo pun telah mengonfirmasi pernyataan Rusli. "Substansinya adalah tidak boleh orang berboncengan di motor selama PSBB. Jika pun terpaksa keluar rumah, sebaiknya memilih ojol (bentor)," tulis Humas Pemprov Gorontalo dilansir dari IndoZone.
(wk/nere)