Sebanyak 61 orang dari total 126 pasien positif Corona di Jawa Barat telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).
- Lailatul Maghfiroh
- Selasa, 05 Mei 2020 - 14:21 WIB
WowKeren - Sebanyak 126 pasien positif Corona atau COVID-19 dirawat di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat, Kota Cimahi. Lantas terhitung sejak 9 April, tercatat ada 61 orang di antaranya sudah dipulangkan ke rumah dan dinyatakan sembuh.
Sementara sisanya masih menjalani perawatan dan melanjutkan masa isolasinya. "Jadi mereka itu pasien dari lokal Jawa Barat. Saat ini 61 sembuh dan sudah dipulangkan. Sisanya 65 orang lagi masih menjalani isolasi di sini, ditempatkan di Tower B," ujar Kepala BPSDM Jawa Barat M Solihin, Selasa (5/5).
Ratusan pasien yang menjalani perawatan di BPSDM itu masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berprofesi sebagai tenaga medis di berbagai rumah sakit yang ada di Bandung Raya serta sebagian lagi merupakan masyarakat umum. Selain pasien lokal Jawa Barat, 86 pasien juga datang dari warga Jawa Barat yang dipulangkan dari Arab Saudi, Australia, dan Thailand.
Mereka merupakan pekerja migran dan mahasiswa. Sementara itu, hingga saat ini status mereka belum ditetapkan positif corona lantaran masih menunggu hasil swab test yang rencananya keluar dalam waktu dekat ini.
"Kita tunggu hasil lab keseluruhan, mereka sudah swab test hari Minggu (3/5). Semuanya yang pulang dari Arab, Australia, dan Thailand," papar Solihin. Selain itu, daslam waktu dekat pula dikabarkan akan ada penambahan pasien lagi yang akan menjalani perawatan di BPSDM.
Namun hingga saat ini belum diketahui domisili calon pasien yang akan datang tersebut. "Informasinya akan ada penambahan rombongan baru. Kalau kita ya senang-senang saja karena bisa membantu merawat mereka," ucap Solihin.
Ia menjelaskan perawatan yang diterapkan oleh tim medis yang disiapkan BPSDM Jawa Barat tidak sama seperti di rumah sakit umum. Pihaknya hanya merawat pasien status OTG dengan pemberian makanan sesuai kebutuhan gizi masing-masing.
Mengingat masing-masing dari pasien juga memiliki riwayat penyakit yang berbeda-beda. "Karena kan ada yang punya penyakit diabetes maupun hipertensi. Jadi menunya pasti beda-beda, tergantung kebutuhan yang dirawat," pungkas Solihin.
(wk/lail)