Hal-hal yang berkaitan dengan kondisi kemarau harus mendapat perhatian serius. Pasalnya jika kondisi ini dibiarkan maka akan berpotensi mengganggu ketersediaan pangan.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 05 Mei 2020 - 17:22 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyampaikan hasil prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Prediksi tersebut menyebutkan jika persen wilayah yang masuk zona musim akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya.
Hal-hal yang berkaitan dengan kondisi kemarau harus mendapat perhatian serius. Pasalnya jika kondisi ini dibiarkan maka akan berpotensi mengganggu ketersediaan pangan. Ditambah lagi, Organisasi Pangan dan Pertanian dunia (FAO) sendiri juga telah memperingatkan potensi terjadinya krisis pangan.
"Urusan yang berkaitan dengan musim kemarau betul-betul harus kita hitung benar-benar," kata Jokowi di Istana Merdeka, Selasa (5/5). "Karena berdasarkan prediksi dari BMKG, 30 persen wilayah-wilayah yang masuk zona musim ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya."
Oleh sebab itu, Jokowi menekankan agar tidak sampai terjadi gangguan pada stabilitas pangan. Caranya yakni dengan memastikan ketersediaan pasokan air cukup di daerah sentra produksi pertanian.
Tak hanya itu, kepala negara juga meminta gara para petani mempercepat musim tanam dengan memanfaatkan curah hujan yang ada. Ia juga meminta agar stimulus ekonomi bagi para petani juga diperdalam lagi.
Untuk Bulog, Jokowi meminta gara mereka membeli gabah langsung dari para petani. Hal itu bertujuan untuk menjaga harga gabah dari para petani.
Sebelumnya, Jokowi mengakui jika Indonesia saat ini mulai mengalami yang namanya defisit bahan makanan pokok. Oleh sebab itu, ia meminta BUMN untuk membuka lahan persawahan baru.
"Lahan basah dan lahan gambut di Kalimantan Tengah lebih dari 900 ribu hektare (ha)," kata dia, Selasa (28/4). "Sudah siap 300 ribu ha. Juga yang dikuasai BUMN ada sekitar 200 ribu ha."
Ia melanjutkan jika saat ini sudah dibuat perencanaan agar lahan tersebut bisa ditanami padi. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan tidak akan ada ancaman kekeringan tahun ini. Kendati demikian, langkah antisipasi tetap perlu disiapkan.
(wk/zodi)