Belajar Dari Rumah, Nadiem Beri 7 Tips Sukses Guru Ajari Siswa Di Tengah Wabah Corona
Getty Images
Nasional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim bagikan 7 tips untuk guru agar sukses mengajari siswa di rumah semasa pandemi corona. Apa saja?

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah meliburkan sekolah dan meminta kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah. Hal ini sebagai langkah untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) agar tidak semakin meluas.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim lantas memberikan tujuh tips untuk para guru maupun orangtua agar bisa membantu siswa serta anak belajar di rumah. Tips pertama yang ditekankan Nadiem adalah berusaha mengurangi stres pada anak saat memberikan pelajaran.

”Ini adalah masa adaptasi. Pasti tidak mudah, penuh kebingungan, dan penuh ketidakpastian. Ini normal. Jangan khawatir,” ujar Nadiem di TVRI dan Youtube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu (2/5). “Tetapi yakini bahwa cara terbaik untuk belajar suatu hal baru adalah keluar dari zona nyaman tersebut. Itu satu-satunya cara untuk memperbaiki diri.”

Tips kedua Nadiem menyarankan agar guru membagi kelas menjadi kelompok yang lebih kecil. Menurutnya, semua siswa memiliki level kompetisi yang berbeda-beda sehingga penting untuk membagi kelompok berdasarkan minat yang sama.

”Tidak semua murid punya level kompetensi yang sama, yang unggul di satu bidang belum tentu unggul di bidang yang lain,” kata Nadiem. “Cobalah membagi kelompok belajar berdasarkan kompetensi yang sama.”

Tips ketiga adalah para guru dapat mencoba project based learning. Cara ini adalah dengan mengajak murid-murid belajar berkolaborasi dengan teman-temannya di dalam suatu grup.

Nadiem mengatakan belajar dari rumah bukan berarti harus belajar sendiri. “Ini melatih empati mereka dan juga kemampuan mereka untuk mendorong satu sama lain. Dan secara otomatis, azas gotong royong mereka terbentuk,” tutur Nadiem.

Kemudian tips keempat adalah mengalokasikan lebih banyak waktu bagi siswa yang selama ini tertinggal. Momen belajar dari rumah merupakan kesempatan untuk memberikan fokus yang lebih banyak kepada murid-murid yang tertinggal dalam pembelajaran saat di kelas.


Momen belajar dari rumah ini mungkin menjadi waktu yang tepat bagi orangtua untuk lebih memahami dan membantu tantangan belajar anak-anak mereka. “Sehingga mereka bisa lebih percaya diri ketika mereka bergabung lagi di kelas saat COVID-19 ini berakhir sehingga bisa mengejar dalam waktu ini,” ungkap Nadiem.

Lalu tips kelima adalah memfokuskan murid untuk mempelajari yang terpenting. Dalam pembelajaran di tengah situasi masa darurat, siswa memang tidak dituntut untuk mengejar ketuntasan kurikulum. Maka, inilah saat yang tepat untuk bereksperimen dengan alokasi waktu.

”Daripada kejar tayang semua topik, mungkin ini kesempatan emas untuk menguatkan konsep-konsep fundamental yang mendasari kemampuan murid-murid untuk bisa sukses di mata pelajaran apapun,” jelas Nadiem. “Contohnya seperti di literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.”

Selanjutnya tips keenam, Nadiem meminta agar para guru bisa cepat beradaptasi dengan teknologi. Ia juga menekankan pentingnya para guru untuk tidak saling gengsi maupun takut berbagi informasi antarsesama guru. “Ini akan meningkatkan semangat guru,” papar Nadiem.

Tips terakhir, Nadiem mengingatkan para guru untuk tetap semangat dan menjalankan tugasnya di tengah situasi krisis saat ini. Ia mengakui jika mengajar tentunya tidak mudah, namun guru bisa mencoba berbagai cara agar materi yang disampaikan kepada siswa tidak membosankan.

Sebagai tips terakhir, Nadiem mengatakan kondisi krisis ini memang tidak mudah. Namun, ia mengingatkan agar guru tetap menjalankan perannya sebagai pendidik dengan hati yang senang. Mengajar memang tidak mudah, tapi tidak harus membosankan.

”Walaupun kita dalam krisis, ini saatnya kita mencoba hal-hal yang dari dulu mungkin kita masih ragu,” terang Nadiem. “Tapi di dalam hati kita merasa bahwa ini yang terbaik untuk para murid kita.”

”Maka inilah saat kita mendengarkan insting kita sebagai guru dan orang tua dan bukan mengikuti proses seadanya,” sambungnya. “Seperti murid, ini saatnya guru dan orang tua berinovasi dengan melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait