Pembawa acara news, Robert Harianto membagikan cerita mengenai kenangan terakhirnya bersama almarhum Didi Kempot. Robert pun mengungkap makna di balik penggunaan nama panggung 'Kempot'.
- Wahyu
- Selasa, 05 Mei 2020 - 19:31 WIB
WowKeren - Kematian maestro campur sari, Didi Kempot, yang terkesan mendadak rupanya membawa kesedihan mendalam bagi masyarakat Indonesia. Apa lagi, Didi Kempot diketahui telah melahirkan lagu-lagu yang berhasil menyatukan berbagai golongan dan generasi. Robert Harianto, yang merupakan seorang news anchor di salah satu stasiun TV Indonesia, rupanya punya kenangan tersendiri dengan sang legenda.
Hal itu diungkapkan Robert melalui salah satu postingan di akun sosial medianya baru-baru ini. Pada postingan tersebut, Robert juga menyertakan sebuah foto kenangan saat dirinya berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan Didi Kempot. Robert pun mengenang kembali pertemuannya dengan sang maestro campur sari kala itu.
"Lord @didikempot_official. Ini pertemuan kami tanggal 10 agustus 2019 untuk tayangan #perspektifMetroTv yang kami beri tema 'Godfather is back'. Kita shooting di Ancol Jakarta Utara. Ngobrol banyak mengenai nama Didi kempot, kempot bukan lesung pipi tapi kelompok penyanyi trotoar," tulis Robert pada Selasa (5/5).
Melalui tulisan Robert tersebut, terungkaplah arti dari nama "Kempot" yang dipilih pria bernama asli Dionisius Prasetyo tersebut sebagai nama panggungnya. Rupanya, kata "Kempot" merupakan singkatan dari "Kelompok Penyanyi Trotoar". Melalui Postingan tersebut, Robert juga menceritakan perjuangan Didi Kempot dalam berkarier sesuai dengan passion-nya.
"Hidup susah di kawasan slipi dan konsisten di genre campur sari dan lirik bahasa jawa sampai sekarang semua orang enjoy. Selamat tinggal lord #didikempot saya belajar akan kejujuran terhadap diri sendiri, kerja keras dan passion untuk membahagiakan orang banyak itu lintas bahasa. Cendol dawet," pungkas Robert mengakhiri cerita kenangannya bersama musisi yang dijuluki bapak patah hati nasional itu.
Didi Kempot sendiri diketahui telah mengawali karier bermusiknya sebagai seorang musisi jalanan di Surakarta. Ia kemudian memutuskan untuk merantau ke Ibu Kota Jakarta pada tahun 1987. Di Akhir perjalanan kariernya, Didi Kempot berhasil menorehkan sejarah dengan lagu-lagu bertema patah hati miliknya yang sukses menyentuh hati berbagai golongan masyarakat.
(wk/wahy)