Kunci Sukses Bali Tekan Penyebaran Kasus Corona Terungkap
Reuters/Johannes P. Christo
Nasional

Ketua Tim Lab Pemeriksaan Kasus COVID-19 di Provinsi Bali, Ni Nyoman Sri Budayanti, lantas mengungkapkan kunci sukses provinsi tersebut dalam menekan angka penyebaran corona.

WowKeren - Sebagai daerah pariwisata yang terkenal di seluruh dunia, Bali dikunjungi oleh banyak wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini tentu meningkatkan risiko penularan virus corona (COVID-19) di Pulau Dewata tersebut.

Namun, angka penyebaran COVID-19 di Bali justru tidak setinggi beberapa wilayah lain di Indonesia. Angka kesembuhan COVID-19 di Bali juga tergolong tinggi jika dibanding wilaytah lainnya. Hingga Selasa (5/5) kemarin, tercatat ada 277 kasus COVID-19 di Bali dengan 160 orang dinyatakan sembuh dan 4 orang dilaporkan meninggal.

Ketua Tim Lab Pemeriksaan Kasus COVID-19 di Provinsi Bali, Ni Nyoman Sri Budayanti, lantas mengungkapkan kunci sukses provinsi tersebut dalam menekan angka penyebaran corona. Menurut Sri, keberhasilan ini bisa terjadi karena kerjasama seluruh pemangku kepentingan di semua profesi di Bali, bukan hanya dari tenaga kesehatan saja.

"Kasus aktif saat ini hanya 108 saja," tutur Sri dalam konferensi pers dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (5/5) kemarin. "Saya berterimakasih Pemprov Bali, saya tahu mereka kerja siang malam. Kalau pekerja migran datang mereka kerja sampe malam. Sampai jam satu malam."


Sri menilai bahwa kerjasama do Bali tergolong cepat dan kompak. Ia juga menyebut bahwa kolaborasi dan komunikasi antar instansi dilakukan dengan cukup baik. Setiap pihak disebutnya berkomunikasi dengan baik dan bekerja dengan cepat.

"Jadi kami kerja di lab, kami kembangkan realtime PCR. Lab Sanglah (tempat Sri kerja) telah ditunjuk pemeriksaan Corona," jelas Sri. "Kami berusaha 24 jam ada hasil bisa bisa tahu mana positif dan mana negatif."

Hasil tes yang bisa dikeluarkan dengan cepat ini menurut Sri juga akan berpengaruh terhadap pemeriksaan interaksi pasien. Sri juga mengungkapkan bahwa di laboratorium Sanglah tempatnya bekerja, mereka bisa memeriksa maksimal 250 sampel sehari dengan hanya satu mesin saja. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan sendiri telah mengirim satu alat tes PCR lagi untuk laboratorium Sanglah, dengan demikian kemungkinan pemeriksaan sampel bisa lebih banyak.

"Kami dapat beberapa sumbangan. Ada satu sumbangan, cuma dari kami lihat agak berat digunakan," pungkas Sri. "Bantuan dari Menkes itu hari ini sedang diinstal, kalau besok sudah jalan dua mesin, kapasitas (pemeriksaan sampel) meningkat."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait