Investasi Energi Terbarukan Dinilai Bisa Pulihkan Ekonomi Anjlok Imbas COVID-19
Nasional

Survei Universitas Oxford tersebut dilakukan terhadap 231 responden meliputi kementerian keuangan, bank sentral, hingga ekonom dunia termasuk Indonesia.

WowKeren - Kondisi ekonomi ikut terimbas pandemi corona (COVID-19) yang masih merajalela. Survei Universitas Oxford menunjukkan jika investasi pada energi terbarukan penting dijalankan untuk memulihkan ekonomi.

Survei tersebut dilakukan terhadap 231 responden meliputi kementerian keuangan, bank sentral, hingga ekonom dunia termasuk Indonesia. Meski demikian, untuk mewujudkan investasi semacam itu bukanlah hal yang mudah.

Hal itu sebagaimana dikatakan oleh salah satu penulis riset dari laporan Universitas Oxford Brian O'Callaghan. Ia mencontohkan kebijakan yang ada di Indonesia. Dikatakannya, kebijakan yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia bertentangan dengan investasi di sektor energi terbarukan.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluarkan kebijakan dengan memberikan diskon pada bahan bakar pesawat. Kebijakan ini dianggap bertentangan dengan prinsip energi terbarukan.


"Belanja Indonesia dalam merespons COVID-19 sejauh ini relatif netral terhadap isu iklim," kata Brian dalam keterangan resmi seperti dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (6/5). "Tetapi ada sejumlah kebijakan yang negatif untuk iklim seperti pemberian insentif untuk maskapai dan diskon bahan bakar pesawat di bandara."

Sementara itu, selama proses pemulihan perekonomian global, terdapat 5 macam kebijakan yang dibutuhkan. Kelima kebijakan itu adalah investasi kesehatan, kesiapsiagaan bencana, belanja riset, pemberian dana talangan untuk organisasi non-profit, dan investasi infrastruktur energi bersih.

Penulis utama riset sekaligus Direktur Smith School of Enterprise and Environment Universitas Oxford Cameron Hepburn menuturkan jika pengurangan emisi akibat corona hanyalah efek jangka pendek. Meski demikian, hal itu bisa dijadikan sebagai momentum untuk mengambil langkah selanjutnya apakah akan melakukan pembangunan yang lebih baik dengan memperhatikan lingkungan. Sebab seperti diketahui, dampak pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca menjadi ancaman di masa depan.

"Pengurangan emisi akibat COVID-19 hanya sementara," jelas Cameron. "Laporan ini menunjukkan bahwa kita dapat memilih untuk membangun kembali dengan lebih baik dan menjaga agar tetap ada perbaikan seperti udara yang lebih bersih, kedekatan kembali dengan alam, dan mengurangi emisi gas rumah kaca."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait