Ditutupnya destinasi wisata akibat wabah harus menjadi momentum bagi para pengelola destinasi di Tanah Air untuk melakukan evaluasi dan menata ulang tempat wisata.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 06 Mei 2020 - 12:39 WIB
WowKeren - Sektor pariwisata RI menjadi salah satu yang terdampak akibat pandemi virus corona (COVID-19). Bagaimana tidak, mobilitas masyarakat sangat dibatasi seiring dengan pemberlakuan kebijakan lockdown di negara-negara di dunia.
Ditutupnya destinasi wisata akibat wabah harus menjadi momentum bagi para pengelola destinasi di Tanah Air untuk melakukan evaluasi dan menata ulang tempat wisata. "Hal-hal seperti ini akan menjadi platform kita ke depan, bagaimana pariwisata berkelanjutan jadi sebuah konsekuensi dari bagian pengembangan pariwisata," kata Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Frans Teguh di Jakarta, Senin (4/5).
Usai pandemi mereda, diprediksi akan ada tren baru dalam berwisata. Para wisatawan akan lebih memperhatikan protokol kesehatan di tempat wisata. Meski demikian dalam penerapan pariwisata berkelanjutan ada pedoman yang harus dipatuhi.
Sementara itu pemerintah RI sendiri telah menyusun pedoman untuk menerapkan pariwisata berkelanjutan. Pedoman tersebut diatur dalam Permenpar Nomor 14 tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.
"Sudah banyak sebenarnya penggiat pariwisata, pelaku desa wisata, serta komunitas yang telah berhasil menerapkan pariwisata berkelanjutan," lanjut Frans. "Sehingga dapat memberikan nilai tambah dalam perkembangan ekonomi maupun pengembangan secara umum."
Penerapan pariwisata berkelanjutan ini memerlukan kerja sama dari banyak pihak. Sebab, hal ini bukan hanya menjadi pekerjaan yang sifatnya sektoral, namun harus melibatkan masyarakat, pemerintah, hingga akademisi.
"Berbagai disiplin ilmu harus bekerja bersama-sama dan memperbaiki pendekatan-pendekatan kita," jelas Frans. "Untuk tidak hanya meningkatkan daya saing tapi juga daya keberlanjutan dari kegiatan kepariwisataan."
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi optimis jika pandemi ini bisa selesai akhir tahun. Dengan begitu, pada 2021 industri pariwisata bisa mulai bangkit.
"Semua orang ingin keluar, semua orang ingin menikmati kembali keindahan yang ada di wilayah, daerah yang ada pariwisatanya," ujar Kepala Negara di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (16/4). "Sehingga optimisme itu harus diangkat."
(wk/zodi)