Indonesia Catat Hampir 7 Juta Pengangguran, Lulusan SMK Mendominasi
Nasional

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia per Februari 2020 mencapai 6,88 juta orang. Lulusan SMK menempati porsi sebesar 8,49 persen.

WowKeren - Di tengah pandemi corona (COVID-19), Indonesia menghadapi masalah lain, pengangguran. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia per Februari 2020 mencapai 6,88 juta orang.

Sebagian besar dari jumlah tersebut berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menyebut jika lulusan SMK menempati porsi sebesar 8,49 persen.

"Dilihat dari tingkat pendidikan," kata Kecuk dalam konferensi pers melalui video teleconference di Jakarta, Selasa (5/5). "TPT Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih yang paling tinggi di antara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,49 persen."

Jumlah angkatan kerja pada Februari 2020 sebanyak 137,91 juta orang, naik 1,73 juta orang dibanding tahun sebelumnya. Komponen pembentuk angkatan kerja adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran.


Pada Februari 2020, sebanyak 131,03 juta orang adalah penduduk bekerja dan sebanyak 6,88 juta orang menganggur. Sementara itu, ada 3 lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase, yakni jasa pendidikan (0,24 persen poin), konstruksi (0,19 persen poin), dan jasa kesehatan (0,13 persen poin).

Lalu tiga lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan yakni sektor pertanian (0,42 persen poin), perdagangan (0,29 persen poin), dan jasa Lainnya (0,21 persen poin).

Sementara itu, pandemi corona (COVID-19) telah menciptakan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh sejumlah perusahaan. Krisis di tengah pandemi membuat perusahaan tidak mampu lagi mempekerjakan karyawan mereka.

Misalnya pada sektor kuliner. Wabah corona membuat pusat-pusat perbelanjaan pun membatasi kegiatan operasional bahkan hingga dilakukan penutupan aktivitas. Hal ini membuat, lapak kuliner yang di mal mau tak mau harus ditutup.

Hingga saat ini, sudah ada 6.800 restoran yang tutup sementara imbas pandemi COVID-19. Itu baru jumlah bisnis kuliner di dalam mal bukan yang berada di tempat lain. Ditutupnya 6.800 restoran, membuat lebih dari 200 ribu karyawan bisnis kuliner tersebut dirumahkan hingga mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait