Alasan Menhub Ngotot Tetap Operasikan KRL di Tengah Pandemi Corona Terungkap
Nasional

Anggota Komisi V DPR RI, Nurhayati Monoarfa, menyoroti fakta bahwa sudah ada masyarakat yang terjangkit virus corona atau COVID-19 lewat KRL. Menhub Budi Karya pun buka suara.

WowKeren - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan alasan mengapa kereta rel listrik (KRL) masih tetap beroperasi selama masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini disampaikannya dalam rapat kerja bersama DPR RI pada Rabu (6/5) hari ini.

Awalnya, layanan KRL yang masih dibuka selama masa PSBB di Jabodetabek mendapat sorotan dari DPR RI. Anggota Komisi V DPR RI, Nurhayati Monoarfa, menyoroti fakta bahwa sudah ada masyarakat yang terjangkit virus corona atau COVID-19 lewat KRL.

Menurut Nurhayati, sudah ada 3 kasus positif COVID-19 yang berasal dari KRL. Oleh sebab itu, Nurhayati meminta agar operasional KRL dihentikan untuk sementara pada masa pandemi corona.

Selain itu, Nurhayati juga khawatir jika penerapan protokol kesehatan diterapkan dengan kurang baik di KRL. Pasalnya, ada penularan virus corona yang terjadi di sana.


"Ada 3 penumpang positif bisa berpergian dengan KRL, apakah KRL ini tidak bisa dihentikan dulu sementara," ujar Nurhayati dalam rapat kerja virtual pada Rabu (6/5) hari ini. "Saya sih enggak paham ya apakah mungkin yang positif itu orang tanpa gejala atau bagaimana, tapi bagaimana operator melakukan protokol kesehatan."

Budi Karya lantas memberikan pandangan yang berbeda dengan Nurhayati. Ia menegaskan bahwa KRL akan tetap beroperasi meski ada pandemi corona.

"Saya berbeda pendapat bu, bahwa KRL harus dijalankan," jawab Menteri yang baru saja sembuh dari COVID-19 tersebut. "Ini kalau dilihat, tiap hari satu juta sekarang cuma 20 persen aja, 20 ribuan saja kemungkinan."

Lebih lanjut, Budi Karya menjelaskan bahwa KRL masih banyak dibutuhkan oleh masyarakat kecil, terutama untuk para buruh dan karyawan yang tempat kerjanya masih buka. KRL sendiri memang merupakan opsi transportasi yang murah dan cepat untuk masyarakat.

"Siapa yang naik? Itu adalah rakyat kecil yang masih harus bekerja bu, dia naik kereta api cuma Rp 4 ribu, naik yang lain bisa lebih mahal," pungkas Budi Karya. "Oleh karenanya kami tetap sepakat KRL jalan tapi ada protokol kesehatan ketat."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait