Para peneliti terus memprediksi waktu berakhirnya pandemi Corona di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Apabila sebelumnya diprediksi Juni, kemungkinan Indonesia bebas dari Corona ternyata mundur.
- Neressa Prahastiwi
- Kamis, 07 Mei 2020 - 12:52 WIB
WowKeren - Prediksi akhir pandemi Corona terus diperbarui oleh Data-Driven Innovation Lab yang dinaungi Singapore University of Technology and Design (STUD). Menurut data per 4 Mei, prediksi berakhirnya pandemi Corona di Indonesia ternyata mundur menjadi 7 Oktober 2020. Padahal dari data per 25 April, Indonesia diprediksi mengakhiri pandemi pada 6 Juni.
Di sisi lain, Juru Bicara Pemerintah Khusus COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa virus Corona di Indonesia mulai terkendali. Apabila masyarakat mematuhi protokol kesehatan, maka kehidupan akan kembali normal pada Juli mendatang. Sehingga pada Agustus, masyarakat akan "merdeka" dari COVID-19 karena sudah terbiasa disiplin menjaga kesehatan.
"Kita bersama-sama harus bisa menjalankan ini, kalau kita menginginkan pada bulan Juni pada bulan Juli kasus ini bisa kita dikendalikan," kata Yuri dilansir dari CNN Indonesia.
Berbanding terbalik dari Yuri, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau memprediksi waktu berakhirnya pandemi Corona. Menurut Anies, "meramal" bukan merupakan tugas Gubernur.
"Kalau ada yang menyebut bulan-bulan tertentu, silakan," ujar Anis dalam siaran YouTube Pemprov DKI pada Rabu (6/5). " Tapi gubernur Jakarta tidak punya urusan dengan ramal-meramal."
Anies menambahkan bahwa tidak ada yang tahu waktu berakhirnya pandemi sehingga ia enggan memprediksi. "Berapa lama akan kita hadapi, Wallahualam. Enggak ada yang tahu," tambah Anies.
Lebih lanjut, Anies menyampaikan bahwa tugas Pemprov DKI adalah membantu masyarakat yang terdampak virus Corona. "Mereka yang bekerja untuk pelayanan kesehatan, terjamin. Mereka yang punya masalah medis, itu tertangani dengan baik," tandas Anies.
(wk/nere)