Potensi klaster penyebaran virus corona di Surabaya kembali terjadi, dua pasar ini ditutup setelah ditemukannya kasus pedagang yang positif terinfeksi COVID-19. Dimana?
- Ruth Meliana
- Kamis, 07 Mei 2020 - 17:07 WIB
WowKeren - Potensi klaster penyebaran virus corona (COVID-19) kembali terjadi di Surabaya. Hal ini setelah adanya pedagang pasar yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
PD Pasar Surya telah mengeluarkan surat edaran yang berisi penutupan dua pasar di Surabaya. Keduanya adalah Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung. Keputusan ini diambil setelah Dinas Kesehatan Kota Surabaya mendapatkan hasil swab test yang dilakukan terhadap pedagang.
Dalam hasil swab test tersebut, satu orang pedagang yang sering berjualan di kedua pasar dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Pedagang itu juga telah dinyatakan meninggal dunia pada April lalu.
Humas PD Pasar Surya Jaini Iskandar mengonfirmasi hal tersebut. Menyusul insiden tersebut, kedua pasar tersebut akan ditutup selama dua pekan demi menghindari penyebaran virus corona semakin meluas.
”Iya benar. Mulai hari ini kedua pasar tersebut dilakukan penutupan selama 14 hari ke depan sesuai dengan protokol kesehatan," kata Jaini seperti dilansir dari Detik, Kamis (7/4). “Yang positif sudah meninggal akhir April lalu. Yang bersangkutan memiliki stan di dua pasar itu.”
Surat edaran tersebut menjelaskan penutupan pasar dilakukan setelah menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Satpol PP, Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah, PD Surya, Camat Sawahan dan Camat Sukomanunggal. Rapat tersebut diadakan pada Rabu (6/5) di kantor Satpol PP Satpol PP.
Disampaikan, penutupan pasar akan diberlakukan mulai tanggal 07 Mei 2020, pukul 12.00 WIB hingga 14 hari kedepan. Surat PD Pasar Surya yang beredar benomor: SU-950/01/V/2020) ini telah ditandatangani oleh Direktur dan Teknik PD Surya Muhibuddin dan Direktur Pembinaan Pedagang Taufiqurrahman.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Surabaya juga langsung menggelar rapid test terhadap seluruh pedagang kedua pasar itu. Jika hasil rapid test menunjukkan hasilnya negatif atau tidak ada yang reaktif, maka pasar akan dibuka kembali. “Kalau nanti negatif. Ada kemungkinan suratnya dicabut dibuka kembali,” pungkas Jaini.
Sebelumnya, klaster penyebaran virus corona di Surabaya telah terjadi di pabrik Sampoerna. Peristiwa ini cukup mengejutkan lantaran berhasil menemukan puluhan karyawan pabrik yang tertular COVID-19. Mereka semua tertular dari dua orang karyawan pabrik yang sudah terlebih dahulu positif virus corona.
(wk/lian)