Nekat Gelar Tarawih Saat Pandemi, 6 Warga di Sidoarjo Positif Corona Hasil Rapid Test
Nasional

Ratusan warga di Sidoarjo, Jawa Timur nekat menjalani ibadah tarawih berjemaah ketika wabah Corona melanda. Kini 6 diantaranya dinyatakan positif COVID-19 sesuai hasil rapid test.

WowKeren - Pemerintah dan otoritas keagamaan Indonesia telah mengimbau agar kegiatan ibadah dilaksanakan dari rumah. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi laju penyebaran wabah Corona mengingat kegiatan beribadah biasanya melibatkan orang banyak.

Namun masih saja ada golongan masyarakat yang menolak melaksanakan imbauan ini. Salah satunya ratusan warga di Perumahan Bluru Permai, Sidoarjo, Jawa Timur.

Yang tak disangka, ada satu diantara jemaah tersebut yang ternyata positif COVID-19. Alhasil jemaah yang tersisa diwajibkan menjalani rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan mereka, dan hasilnya mengejutkan.

Tercatat ada 6 dari 123 jemaah yang dinyatakan positif atau reaktif COVID-19 hasil rapid test. Jemaah yang diperiksa merupakan mereka yang hadir pada tarawih hari Rabu (6/5).


Kisah ini pun dibagikan di media sosial dan langsung menuai beragam reaksi dari masyarakat. Seperti misalnya di Twitter yang kebanyakan warganet langsung melemparkan kecaman keras karena para warga dinilai terlalu keras kepala dan tak mengindahkan imbauan pemerintah.

"Tapi kalau diingatkan utk tidak shalat tarawih berjamaah, auto ngamuk penistaan mesjid dll. Pas udh gene ngerengek minta di sembuhin. Di karantina, brutal bahkan kabur," cuit @gw******ih. "Org2 kek gini, bagusnya diapain sik ya."

"Jangan pengen kaya Vietnam klo suka ngeyel ' giliran ditindak tegas treak2 ga takut Corona & pilih melanggar imbauan pemrintah," sindir @Mr******In. Sindiran ini barangkali sangat tepat sasaran karena banyak pihak membandingkan penanganan Corona di Indonesia dan Vietnam, namun bak mengabaikan bagaimana kepatuhan warga di masing-masing negara.

"6 orang itu yang ketahuan, yang sudah tertular tapi masih masa inkubasi 2-3 minggu belum ketahuan," kata @Ad******nu. "Cukup 1 orang saja batuk dan bersin di mesjid itu untuk nularin puluhan bahkan ratusan orang jemaah lain. Hiiihhh," imbuh @db*****yo.

Di sisi lain, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang paling terdampak COVID-19. Bahkan Sidoarjo sendiri menjadi salah satu daerah yang pertama kali diwajibkan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) demi memutus mata rantai penyebaran wabah.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait