Menpora membongkar fakta perjuangan seorang dokter muda di Indonesia yang rela menunda bulan madu demi terjun ‘perang’ lawan corona. Bagaimana ceritanya?
- Ruth Meliana
- Jumat, 08 Mei 2020 - 14:44 WIB
WowKeren - Perjuangan tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menangani wabah virus corona (COVID-19) terus disorot dan diapresiasi. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali contohnya baru saja memuji salah satu dokter muda asal Indonesia yang ikut menangani pasien COVID-19.
Zainudin menceritakan rasa bangganya terhadap dokter yang bernama Lathiifa Hendy tersebut. Pasalnya, dokter ini rela menunda bulan madunya demi terjun langsung sebagai garda depan untuk menangani pasien virus corona.
”Ini melakukan bincang santai sekaligus ngabuburit,” ujar Menpora saat berdiskusi santai secara online dengan dokter muda, seperti dilansir Merdeka pada Sabtu (2/5). “Saya berbincang dengan dokter muda perempuan, yang baru saja (beberapa bulan lalu) menikah, sebelum adanya wabah COVID-19.”
Karena penasaran dengan keberanian Lathiifa, Zainudin lantas bertanya terkait reaksi keluarganya. “Nah, cerita dong sepintas kenapa bisa memilih profesi ini, dan ceritakan bagaimana menangani pasien hingga reaksi suami dan keluarga?” tanya Menpora.
Lathiifa lantas menjawab pertanyaan Zainudin dengan menceritakan tujuannya menjadi seorang dokter. Ia mengaku sejak awal memilih profesi ini, ia hanya berkeinginan untuk beramal dan membantu masyarakat.
”Nah, itu adalah tujuan utama saya. Saya ingin menjadi dokter, dan terus memperdalam itu,” ungkap Lathiifa. “Kemudian, keinginan saya ini juga didukung oleh orang tua saya.”
Lebih lanjut Lathiifa menceritakan bagaimana cita-citanya menjadi dokter tecapai setelah ia pertama bekerja di salah satu rumah sakit pemerintah. Selanjutnya, ia juga mengungkapkan bagaimana kekhawatiran keluarganya saat mengetahui ia terjun langsung menangani pasien virus corona.
”Saya kebetulan bekerja di rumah sakit pemerintah di Jakarta. Mulai bekerja disini sekitar pertengahan tahun lalu,” ungkapnya. “Ketika COVID-19 ini masuk ke Indonesia, kita langsung diterjunkan, menjadi garda terdepan untuk menangani pasien. Soal kekhawatiran, pasti ada tentunya, manusiawi. Alhamdulillah suami saya mengerti dengan profesi saya.”
Hal terbaik yang bisa dilakukannya di masa-masa sekarang hanyalah bekerja sebaik mungkin dalam menangani pasien COVID-19. Selain itu, ia juga secara disiplin berusaha menjaga kebersihan dan mengikuti protokol kesehatan yang ada demi terhindar dari infeksi virus corona.
”Sedih tentunya banyak masyarakat yang terdampak dari virus ini. Kami terus bekerja dan bersemangat. Penting untuk kita menjaga kesehatan, berolahraga, memakai masker, jaga jarak,” pesan Lathiifa. “Misalnya, saya sampai rumah, saya langsung cuci tangan, ganti pakaian, hingga mandi. Ini salah satu langkah kita untuk melakukan pencegahan.”
”Saya juga baru menikah, dan harus menunda bulan madu bersama suami. Ikuti imbauan dari pemerintah. Mari kita memutus mata rantai virus,” sambungnya. “Perlu peran aktif masyarakat. Juga lakukan kegiatan olahraga meski di rumah. Jaga kebersihan, stay at home. Saya juga berharap masyarakat mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak mudik.”
(wk/lian)