Menko Muhadjir Bicara Mengenai Program Trisula Atasi COVID-19, Apa Saja?
Nasional

Ujung panah pertama terletak di aspek kesehatan. Menurut Muhadjir, ujung ini yang sangat penting karena bersinggungan langsung dengan penanganan COVID-19.

WowKeren - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berbicara mengenai program pemerintah dalam menghadapi pandemi corona (COVID-19). Ia mengibaratkan program tersebut layaknya trisula.

"Pemerintah sejak awal menetapkan 3 ujung tombak mengatasi COVID-19 ini," kata dia dalam konferensi pers melalui saluran Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (8/5). "Saya ibaratkan ada 3 trisula, 3 ujung tombak."

Ia kemudian menjelaskan ujung panah trisula yang pertama. Ujung panah pertama terletak di aspek kesehatan. Menurutnya, ujung ini yang sangat penting karena bersinggungan langsung dengan penanganan COVID-19.

Dalam hal ini adalah bagaimana Indonesia mampu menekan penularan virus corona serta mempercepat penyembuhan terhadap infeksi virus. "Yaitu bagaimana membatasi penularan, memperkecil penyebaran dan segera mempercepat penyelesaian COVID-19. Ujung tombaknya di sektor kesehatan," tambahnya.

Sedangkan penanggung jawab dari ujung tombak ini adalah Badan Nasional penanggulangan bencana dan juga Kementerian kesehatan. Dalam penanganan corona, BNPB berperan untuk mengurusi sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mengatasi virus ini.


Sedangkan Kementerian Kesehatan lebih bertanggung jawab untuk masalah teknis seperti penelusuran jejak pasien, perawatan, hingga pengobatan. Sementara itu, ujung tombak lainnya adalah terkait jaring pengaman sosial.

Jaringan pengaman sosial ini cukup penting untuk memastikan stabilitas perekonomian negara di tengah pandemi. Dalam hal ini, penanggung jawabnya adalah Menteri Sosial dan Menteri Desa.

"Jaring pengaman sosial untuk mengatasi darurat sosial kemasyarakatan sebagai dampak dari COVID-19," jelas Muhadjir. "Penanggung jawabnya Mensos dan Mendes PDTT."

Lebih jauh, ia menyebut adanya kecenderungan kasus corona di RI menurun pada Kamis (7/5). Meskipun tidak terlalu signifikan, namun angka kesembuhan juga terus mengalami kenaikan. Tak hanya itu, Muhadjir menjelaskan prediksi kasus corona bertambah secara ekstrem di Indonesia juga tidak terbukti.

"Keadaan peta COVID-19 per 7 Mei ada kecenderungan angka kasus yang terjadi di Indonesia mengalami penurunan walaupun tidak terlalu drastis," jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini. "Tingkat kesembuhan juga mengalami kenaikan."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait