Jokowi Diminta Tutup Sementara Freeport Usai Banyak Pekerja Positif COVID-19
Nasional

Bupati Timika meminta agar Freeport ditutup untuk sementara selama jangka waktu 14 hari atau satu bulan demi mengutamakan keselamatan ribuan para pekerjanya.

WowKeren - Jumlah pasien positif corona (COVID-19) terus bertambah di Indonesia. Di Papua misalnya, jumlah karyawan di Tembagapura yang terpapar corona terus meningkat.

Oleh sebab itu, Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Mimika, Provinsi Papua berencana mengirim surat ke Presiden Joko Widodo untuk segera menutup operasional PT Freeport Indonesia. Hal itu semata-mata untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

"Surat ke Presiden RI di Jakarta dan semua menteri terkait untuk menutup sementara waktu operasional Freeport," kata Bupati Timika Eltinus Omaleng seperti dilansir Antara, Jumat (8/5). "Kalau karyawan di Tembagapura tetap kerja terus, kita tidak akan bisa memutus mata rantai virus corona di Tembagapura."

Omaleng meminta agar Freeport ditutup untuk sementara selama jangka waktu 14 hari atau satu bulan. Hal itu demi mengutamakan keselamatan ribuan para pekerja Freeport serta perusahaan subkontraktor yang ada di Tembagapura. Masih dilansir Antara, hingga hari ini sudah ada 56 orang di Distrik Tembagapura yang dinyatakan positif corona.


Lebih lanjut, bupati menjelaskan kesulitan penerapan physical distancing di wilayah Tembagapura. Jaga jarak tidak bisa diterapkan secara maksimal lantaran tidak didukung oleh ruang gerak maupun ruang publik yang terbatas.

Hampir sebagian besar aktivitas pekerja dilakukan secara bersama-sama sehingga hal inilah yang menyebabkan penularan virus begitu cepat. "Karyawan itu pergi kerja sama-sama, duduk dalam bus sama-sama, naik tram sama-sama, sampai di tempat kerja sama-sama, pulang dari tempat kerja sama-sama, begitu juga saat makan sama-sama. Jadi otomatis penularannya cepat," keluh Omaleng.

Hal itu diperburuk dengan kondisi suhu udara di Tembagapura yang sangat dingin. "Bahkan bisa di bawah nol derajat. Kondisi seperti itu bisa berakibat fatal jika tidak diambil langkah pencegahan secepatnya," kata dia.

Freeport sendiri adalah perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang merupakan obyek vital nasional. Oleh sebab itu, Pemkab dan DPRD Mimika tidak bisa mengambil langkah sendiri untuk menutupnya. "Kami hanya bisa minta arahan dan petunjuk Bapak Presiden," kata bupati.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait