Menteri Riset dan Teknologi RI, Bambang Brodjonegoro, menjelaskan bahwa setidaknya ada 3 tipe virus corona penyebab COVID-19 yang tersebar di seluruh dunia, yakni dari tipe S, tipe G, dan tipe V.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 09 Mei 2020 - 09:21 WIB
WowKeren - Menteri Riset dan Teknologi RI, Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan setidaknya ada 3 tipe virus corona penyebab COVID-19 yang tersebar di seluruh dunia. Virus corona terdiri dari tipe S, tipe G, dan tipe V.
Di Indonesia sendiri, temuan virus corona diketahui tidak termasuk golongan ketiganya. Oleh sebab itu, jenis virus corona di Indonesia disebut sebagai tipe O, singkatan dari "others" atau lain-lain.
"Tentunya jenisnya berbeda dengan tipe S, G, dan V, dan ada kemungkinan ini akan terkait dengan virus yang beredar terutama di Asia Selatan dan Asia Timur," jelas Bambang dilansir Kumparan pada Sabtu (9/5). "Maksudnya ada kesamaan antara virus yang di Indonesia dengan virus yang merebak baik di Asia Selatan maupun Asia Timur."
Meski demikian, masih perlu dilakukan pengurutan genom lengkap atau whole genome sequencing terhadap 100 sampel virus untuk menyimpulkan karakteristik virus yang menyebar di Indonesia. Pasalnya, tipe O ini terdeteksi hanya dari 3 pasien. Pengurutan genom lengkap ini akan dilakukan oleh Lembaga Biologi dan Molekuler Eijkman.
Dari ketiga tipe virus corona tersebut, tipe G mendominasi penyebaran wabah di seluruh dunia. Ahli virologi Trevor Bedford menyebut bahwa virus corona tipe G ini paling banyak menyebar di Eropa, Amerika Utara, dan Australia.
Awalnya, virus corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini tidak mengalami mutasi saat baru merebak di Wuhan, Tiongkok, pada akhir 2019 lalu. Virus corona tipe asli yang diberi label"D614G" tersebut mendominasi penularan di zona Asia. Para ahli genetika sendiri mengklasifikasikan virus corona versi asli ini sebagai "garis keturunan D".
Virus tipe D614G ini lantas bermutasi dan menghasilkan strain baru seiring berjalannya waktu. Mutasi tersebut dikategorikan sebagai virus corona tige G dan keberadaannya baru terdeteksi pada Februari 2020.
Menurut ilmuwan di Los Alamos National Laboratory, New Mexico, garis keturunan tipe G ini mungkin mendominasi di seluruh dunia karena mutasi membuatnya lebih mudah menular. Strain tipe G ini dilaporkan muncul di Eropa pada Februari, dan menyebar dengan cepat ke Pantai Timur Amerika Serikat. Virus corona tipe ini juga mulai mendominasi penularan di seluruh dunia sejak pertengahan Maret kemarin.
(wk/Bert)