Pakuwon Group Bantah Ada Klaster Penularan COVID-19 di TP dan Mal
Nasional

Direktur Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menegaskan jika dirinya keberatan dengan penyebutan Klaster Pakuwon mall. Sebab itu artinya kasus penularan terjadi di Pakuwon.

WowKeren - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur (Jatim) mengungkapkan adanya 52 klaster penyebaran virus corona di provinsi ini. Salah satunya yakni Pakuwon Mall yang disebut menjadi klaster ke-IV di Surabaya dengan ditemukan sebanyak empat orang positif virus corona.

Hal ini mendapat tanggapan dari pihak Pakuwon Group. Direktur Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi membantah adanya klaster penularan COVID-19 di Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza (TP) sebagaimana yang disebutkan oleh Gugus Tugas COVID-19 Jatim.

"Di Pakuwon Mall tidak pernah ada kasus COVID-19," kata Sutandi dilansir Suara Surabaya, Senin (11/5). "Di Tunjungan Plaza juga tidak pernah ada kasus. Sama sekali tidak pernah. Jadi kalau disebut klaster TP ya saya protes."

Sementara itu, empat orang terjangkit COVID-19 yang masuk dalam klaster Pakuwon Mall itu teridentifikasi sebagai kasus ke-49, kasus ke-52, kasus ke-150, dan kasus ke-186. Lalu, Ada satu klaster lagi dengan sembilan kasus positif COVID-19 yang diduga juga berkaitan dengan mal. Yakni klaster ke-V Surabaya yang disebut klaster TP (Tunjungan Plaza).


Sutandi menegaskan jika dirinya keberatan dengan penyebutan Klaster Pakuwon mall. Sebab itu artinya kasus penularan terjadi di Pakuwon. Sehingga menurutnya, hal ini harus diklarifikasi dengan jelas.

"Itu yang saya permasalahkan. Karena kalau penyebutan Klaster Pakuwon Mall, artinya (kasusnya) terjadi di Pakuwon Mall, begitu kan?" tegas Sutandi. "Nah, itu yang harus diklarifikasi. Kenapa enggak dibuka sekalian, siapa sih korbannya"

Pasalnya, penyebutan Klaster Pakuwon Mall dikatakan Sutandi sangat merugikan pihaknya. Begitu halnya dengan penyebutan Klaster TP. "Kenapa dibilang di Pakuwon Mall? Karena kalau dibilang di Pakuwon Mall, ya, jelas itu sangat merugikan kami. Begitu juga yang di TP. Wong di TP enggak ada, kok. Ngawur," tambahnya.

Lebih lanjut, Sutandi menegaskan jika Pakuwon Group sudah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dan protokol kesehatan di semua mal yang dinaunginya. Yang mana, SOP dan protokol kesehatan ini sudah diakui banyak pihak.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait