Jumlah pasien positif di Bantul bertambah 4 orang. Menurut Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, keempatnya berasal dari klaster COVID-19 Indogrosir di Sleman, Yogyakarta.
- Nidya Putri
- Selasa, 12 Mei 2020 - 11:53 WIB
WowKeren - Sebuah klaster penularan virus corona (COVID-19) baru muncul di Yogyakarta beberapa waktu terakhir. Klaster tersebut muncul usai ditemukannya satu kasus terkonfirmasi yang merupakan karyawan supermarket Indogrosir Sleman pada 24 April lalu.
Pada Senin (11/5), terdapat 4 tambahan pasien positif COVID-19 baru di wilayah Kabupaten Bantul. Empat orang tersebut terdiri dari laki-laki berumur 25 tahun, kemudian berumur 32 tahun dan berumur 25 tahun. Dan yang terakhir adalah perempuan berumur 20 tahun.
Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa mengungkapkan, keempat pasien baru yang dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Kecamatan Bambanglipuro berasal dari klaster Indogrosir di mana merupakan 14 orang yang sebelumnya dinyatakan reaktif dalam rapid test 4 hari sebelumnya.
"Dengan tambahan 4 orang ini maka Klaster Indogrosir jadi terbesar di Bantul," ujar petugas yang kerap disapa Oky tersebut, Senin (11/5). "Karena jumlahnya mencapai 7 orang."
Oky menyebutkan, semua karyawan tersebut adalah orang tanpa gejala (OTG). Dan kini pihaknya sedang melakukan tracing ke kontak erat.
Biasanya orang yang kontak erat akan dilakukan isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing. Dari hasil tracking tersebut nantinya juga akan diambil rapid test-nya.
Keempat pasien baru tersebut berasal dari Kecamatan Pleret, Kasihan, Pajangan dan Srandakan. Pihaknya akan terus berusaha melokalisir penyebaran COVID-19 dari klaster Indogrosir tersebut. "Kita laksanakan protokol penanganan COVID-19," tandasnya.
Lebih lanjut, Oky menjelaskan secara keseluruhan saat ini ada 20 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 27 orang pasien yang telah dikonfirmasi positif dan 3 orang orang Dalam Pengawasan (ODP) yang telah dirawat di Bantul. Mereka tersebar di sejumlah rumah sakit baik yang rujukan ataupun bukan rujukan.
Sementara rumah sakit yang merawat pasien positip di antaranya adalah RSPAU Hardjolukito ada 2 orang, RS Bethesda ada 1 orang, RSLKC Bambanglipuro ada 14 orang, RS Panembahan Senopati 6 orang, RS JIH ada 2 orang, RS PKU Muhammadiyah Bantul ada 1 orang dan RS Elizabeth ada 1 orang.
(wk/nidy)