Perihal penyebab di balik dentuman misterius yang terdengar di Jawa Tengah pada Senin (11/5) dini hari masih menjadi misteri. Belakangan dentuman itu dikaitkan dengan ledakan di Secata Magetan.
- Elvariza Opita
- Selasa, 12 Mei 2020 - 14:08 WIB
WowKeren - Senin (11/5) dini hari, masyarakat Jawa Tengah dibuat geger dengan suara dentuman misterius yang keras. Dan penyebab terjadinya dentuman itu pun belum diketahui hingga sehari setelah kejadian.
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan dentuman bukan berasal dari aktivitas seismik atau gempa. "Namun suara dentuman yang terjadi tadi pagi dipastikan bukan dari aktivitas gempa tektonik," ungkap Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
Belakangan dentuman ini dikaitkan dengan ledakan yang terjadi di Magetan, Jawa Timur, pada Minggu (10/5). Dilansir dari Detik News, terjadi ledakan di Sekolah Calon Tamtama (Secata) Rindam V Brawijaya di Jalan Pahlawan, Magetan.
Informasi menyebut sekolah tersebut tengah menjalani latihan dengan menggunakan bahan peledak. "Benar, sudah kita cross check ternyata sumber suara (ledakan) dari Secata sedang latihan," beber Kapolres Magetan, AKBP Festo Ari Permana, dilansir pada Selasa (12/5).
Namun mendapati ledakan bahan peledak di Magetan dikaitkan dengan dentuman misterius di Jateng, pihak Secata pun angkat bicara. Suyadi, salah seorang perwira di Secata, menyatakan dentuman di Jateng tak ada hubungannya dengan latihan di Secata Magetan.
"Tidak ada," bantahnya tegas. "Tidak ada hubungannya dengan latihan di tempat kami."
Suyadi meyakini hal tersebut karena suara ledakan semestinya hanya terdengar hingga jarak 10 kilometer. Sehingga dari segi jarak antara Magetan sampai Surakarta dan Semarang, dua kota yang paling dibuat terkejut dengan suara dentuman itu, pun tak memenuhi.
Selain itu, suara baru bisa terdengar sampai jarak 10 kilometer hanya apabila suasana sangat hening. Dalam kondisi normal, suara ledakan seperti itu hanya terdengar sampai sejauh maksimal lima kilometer.
"Kalau siang bisa terdengar sampai jarak sekitar lima kilometer," pungkas Suyadi. "Tapi kalau malam, suasana hening, bisa terdengar sampai jarak sepuluh kilometer dengan kondisi tanah datar."
Sebelumnya BMKG sudah mengungkapkan deretan dugaan di balik dentuman tersebut. Seperti misalnya berkaitan dengan aktivitas sesar aktif hingga dislokasi batuan.
"Kemungkinan lain berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif," jelas Daryono. "Dalam hal ini ada mekanisme dislokasi batuan yang menyebabkan pelepasan energi berlangsung secara tiba-tiba dan cepat hingga menimbulkan suara ledakan."
(wk/elva)