Protes DPR Kepada BNPB di Masa Corona: Kenapa Mal Penuh Tapi Masjid Dikunci?
Nasional

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar, John Kennedy Aziz, menyoroti kontrasnya situasi di pusat perbelanjaan atau mal dan juga rumah ibadah saat pandemi corona.

WowKeren - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat protes dari DPR terkait situasi di tengah pandemi corona. Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar, John Kennedy Aziz, menyoroti kontrasnya situasi di pusat perbelanjaan atau mal dan juga rumah ibadah saat pandemi corona.

"Beberapa hari ini viral Pak video di IKEA, parkir aja susah Pak. Parkir susah di IKEA itu, saking banyaknya orang," ujar John dalam rapat virtual antara Komisi VII DPR dengan BNPB pada Selasa (12/5). "Di mal-mal penuh, sementara di masjid tetap dikunci, ada apa di sini? Bapak sebagai Kepala Gugus Tugas, ada apa di sini? Di mal Bapak biarkan, di tempat-tempat keramaian yang lain dibiarkan. Nah, kami di masjid ditutup."

Lebih lanjut, John menyatakan bahwa pihaknya sudah meminta agar Kementerian Agama berkoordinasi dengan BNPB terkait hal ini. John mengaku merasa kecewa saat melihat masjid ditutup namun pusat perbelanjaan tetap ramai saat pandemi corona.

"Kemarin kami rapat dengan Kementerian Agama, kami sampaikan agar melakukan koordinasi dengan BNPB terkait konteks yang seperti ini. Habis kita, Pak, dari kaum muslim kita habis, seperti enggak ada," terang John. "Kalau memang tidak boleh, nggak apa- apa, saya pikir bisa diiniin. Sementara mal-mal Bapak buka, coba Bapak datang ke IKEA, penuh Pak, penuh, enggak dapat parkir."


Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi NasDem, Lisda Hendrajoni, menyorot simpang siur informasi yang diterima masyarakat terkait penanganan COVID-19. Senada dengan John, Lisda juga menyinggung soal masjid yang ditutup, sementara mal tetap buka.

"Saya sampaikan sedikit dari apa yang disampaikan teman-teman semua tadi tentang ketegasan dan juga informasi yang tidak simpang siur, si A ngomong apa, si B ngomong apa, jadi masyarakat bingung," tutur Lisda. "Termasuk juga Pak John terakhir ada keanehan sekali. Jadi masjid-masjid ditutup, tidak boleh ibadah ke sana, tapi mal-mal tetap dibuka. Ini aneh sekali."

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Harmensyah, mengaku akan menyampaikan masukan tersebut kepada Kepala BNPB Doni Monardo. Mulai dari kesimpangsiuran informasi di masyarakat hingga soal mal dan rumah ibadah.

"Persoalan-persoalan tentang hal-hal yang menyangkut dengan kebijakan- kebijakan apa saja nanti akan kami sampaikan kepada Pak Kepala supaya hal-hal tidak ada yang simpang siur. Ini harapan kita semua sehingga publik mendapat informasi yang lebih baik. Dan kami akan coba memaksimalkan lagi apa-apa yang harus kami lakukan, sehingga dengan adanya Gugus Tugas ini bisa mencerahkan kembali bagaimana percepatan penanganan COVID ini bisa dilaksanakan dengan baik," pungkas Harmensyah. "Termasuk tadi juga persoalan-persoalan dibukanya kembali mal, masjid juga ditutup, nanti akan kami sampaikan sehingga ini menjadi hal persoalan yang harus dibicarakan oleh Gugus Tugas kepada kementerian/lembaga terkait."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait