Gara-gara sinyal buruk, seorang kepala desa di Flores Timur nekat untuk memanjat dan duduk di atas pohon demi membahas penanganan wabah virus corona di wilayahnya.
- Ruth Meliana
- Selasa, 12 Mei 2020 - 20:17 WIB
WowKeren - Upaya penanganan pandemi virus corona (COVID-19) di berbagai wilayah di Indonesia tentunya menjadi tanggung jawab setiap pemerintah daerah. Berbagai kebijakan hingga upaya terus dilakukan pemerintah daerah demi memikirkan solusi terbaik untuk meredakan kasus corona di wilayah mereka.
Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Kepala dan Sekretaris Desa, serta BPD Desa Wolo Klibang, Kecamatan Adonara Barat, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka dijadwalkan untuk mengikuti rapat virtual dengan Bupati Flores Timur pada Jumat (8/5) lalu.
Rapat ini dilakukan untuk membahas koordinasi penanganan dan pencegahan COVID-19 di Kabupaten Flores Timur. Namun, desa mereka rupanya belum terhubung internet.
Kepala Desa (Kades) Wolo Klibang, Anselmus Sili mengungkapkan hal tersebut sangatlah menyusahkan. Pasalnya, ia beserta sekretaris desa dan BPD terpaksa harus memanjat pohon demi mencari sinyal.
Tak tanggung-tanggung, letak pohon ini mencapai 1 kilometer dari Desa Klibang. Demi mencapai ke lokasi sinyal berada, ada anggota yang menggunakan kendaraan, ada pula yang rela berjalan kaki.
Anselmus menceritakan jika rapat yang dilakukan bersama Bupati Flores berlangsung dua jam. Sontak, mereka terpaksa memanjat di atas pohon selama 2 jam demi mendapatkan sinyal yang lancar.
”Mau bagaimana, kalau tidak naik, berarti tidak bisa terkoneksi dengan internet,” cerita Anselmus seperti dilansir dari Kompas melalui sambungan telepon, Senin (11/5) siang. “Kalau tidak begitu, kami tidak bisa ikut rapat. Makanya kami rela panjat pohon.”
Lebih lanjut Anselmus mengeluhkan jaringan di wilayahnya. Ia mengungkapkan selama ini warganya harus menjalani hidup secara terisolasi lantaran sulit mendapatkan jaringan telepon dan internet.
Oleh sebab itu, Anselmus berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur dapat memberikan perhatian serius terhadap masalah tersebut. Ia meminta agar di tahun 2020, Pemkab Flores Timur bisa bekerja sama dengan PT Telkom untuk membangun BTS di desa itu.
Sementara itu, Wakil Bupati Flores Timur Agus Boli mengaku pihaknya telah berusaha mengatasi masalah tersebut dengan menyurati Keementerian Informatika dan Komunikasi (Kemenkominfo). Dalam surat, Pemkab Flores Timur meminta untuk didatangkan tower mini yang jangkauan jaringannya bisa mencapai 10 kilometer.
”Mudah-mudahan Kementerian Infokom cepat menjawab permintaan Pemda Flotim,” jelas Agus. “Di Flotim secara wilayah besar rata-rata jaringan Telkom sudah baik. Hanya kadang jaringan error sehingga sinyalnya kurang kuat.”
(wk/lian)