Tanpa PSBB, Bali Sukses Pakai 'Jurus Kearifan Lokal' Ini Untuk Tangani Pandemi Corona
Instagram
Nasional

Gubernur Bali I Wayan Koster lantas mengungkapkan jurus-jurus yang dilakukan daerahnya dalam menangani pandemi corona. Diketahui, Bali hingga kini tidak mengajukan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

WowKeren - Bali menjadi salah satu provinsi di Indonesia dengan angka kasus positif corona (COVID-19) yang rendah meski tidak menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Gubernur Bali I Wayan Koster lantas mengungkapkan jurus-jurus yang dilakukan daerahnya dalam menangani pandemi corona.

"Bali termasuk provinsi yang tidak melaksanakan PSBB," tutur Koster usai mengikuti Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo pada Selasa (12/5). "Dalam kaitan dengan penanganan Covid-19 di Bali sejak muncul kasus 10 Maret, kami buat pola penanganan dalam bentuk kebijakan dan operasional di lapangan."

Menurut Koster, pihaknya mengeluarkan kebijakan berisi surat edaran, imbauan, dan instruksi yang mendetailkan arahan Presiden di tingkat provinsi. Kemudian, tingkat kabupaten digunakan untuk mengoordinasikan pelaksanaan operasional di wilayah kabupaten dan kota di Bali.

"Di level terbawah, level tiga, kami menerapkan kebijakan wilayah desa adat," ujar Koster. "Dengan bentuk satgas gotong royong yang melibatkan unsur desa, dinas, kelurahan, babinsa, dan bhabinkamtibmas."


Lebih lanjut, Koster menyatakan bahwa kearifan lokal di desa adat di Bali membantu upaya penanganan pandemi corona. Pasalnya, desa adat memiliki hukum adat yang bisa mengikat secara lebih kuat masyarakat di Bali.

Menurut Koster, terdapat sebanyak 1.493 desa adat di Bali. Desa adat ini menjadi andalan utama untuk mengendalikan kedisiplinan masyarakat di wilayah masing-masing. Salah satunya adalah dengan menjaga supaya tidak ada orang luar desa adat yang masuk wilayahnya, dengan penyebaran corona dapat ditekan.

"Karena ada hukum adat, maka warga menjadi sangat tertib dan disiplin," terang Koster. "Kelebihan lainnya yaitu desa adat memiliki keyakinan leluhur yang bisa dijadikan pedoman untuk melaksanakan secara ritual manakala terjadi pandemi atau wabah."

Sementara itu, Provinsi Bali juga telah melakukan beberapa upaya di bidang kesehatan. Salah satunya adalah dengan menyiapkan fasilitas kesehatan yang memadai dari segi jumlah maupun kualitas.

Menurut Koster, ada sebanyak 13 rumah sakit rujukan dengan 392 tempat tidur. Belasan rumah sakit tersebut sudah dilengkapi dengan ruang isolasi serta tenaga medis kompeten dan alat kesehatan memadai di daerah itu. "Kami juga terus meningkatkan kualitas layanan dengan menyiapkan laboratorium uji swab berbasis PCR, di sejumlah rumah sakit dan fakultas," pungkas Koster.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait