Harga Telur Ayam Di Sumsel 'Babak Belur' Dihajar Wabah Corona, Jadi Berapa?
Nasional

Harga telur ayam ras di Sumatera Selatan (Sumsel) telah mengalami ‘babak belur’ lantaran dihajar pandemi virus corona (COVID-19). Lantas, jadi berapa harganya saat ini?

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) saat ini telah menciptakan situasi krisis bagi perekonomian dunia. Berbagai harga bahan pangan juga dilaporkan terus mengalami perubahan dan tidak stabil.

Seperti yang terjadi di Sumatera Selatan (Sumsel), harga telur ayam ras mengalami penurunan yang signifikan. Rupanya, anjloknya harga ras telur ayam di Sumsel akibat rendahnya permintaan dan daya beli masyarakat semasa wabah corona.

Ketua Asosiasi Masyarakat Peternak Sumsel Ismaidi Chaniago bahkan mengungkapkan jika harga telur ayam sempat tertekan hingga Rp13 ribu per kilogram. Padahal, biasanya harga normal telur sekitar Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per kilogram.

Saat ini, harga telur di Sumsel perlahan mulai kembali merangkak naik lagi. Meski demikian, harga telur masih berada di bawah harga normal. “Sekarang harga mulai merangkak naik menjadi Rp16 ribu per kilogram,” kata Ismaidi, seperti dilansir dari CNNIndonesia, Selasa (13/5).

Ismaidi memprediksi jika harga telur ayam masih fluktuatif. Hal ini berkaca pada situasi sekarang dimana wabah corona masih menyebar dan aktivitas warga yang belum kembali normal, sehingga menyababkan daya beli menjadi lemah.


Situasi tersebut berbanding terbalik dengan produksi telur yang masih tinggi, yaitu di kisaran 300 ton per hari. Sejauh ini, konsumen telur ayam terbesar peternak berasal dari kantin-kantin kantor dan lembaga sekolah serta rumah makan.

Namun, pemesanan telur ayam dari mereka juga telah menurun semenjak penerapan sekolah dan bekerja dari rumah. Pasalnya, operasional kantin dan rumah makan harus tutup. Ismaidi mengatakan menjelang Idul Fitri, biasanya di tahun-tahun sebelumnya permintaan telur ayam sangat meningkat tajam.

”Padahal, ini sudah mau lebaran Idul Fitri, biasanya harga akan semakin baik,” jelas Ismaidi. “Tapi sedang wabah seperti ini kami masih belum tahu permintaan bakal naik apa enggak. Untuk stok itu sebenarnya aman, tidak perlu khawatir. Tapi memang permintaannya yang berkurang.”

Ismiadi juga menyampaikan kekhawatiran para peternak yang takut ancaman munculnya telur ayam tetas. Apalagi, harga jual telur ayam tetas jauh lebih rendah dari harga telur ayam konsumsi yang banyak dipasok oleh peternak.

”Sekarang di pasaran Palembang, telur konsumsi dan tetas di tingkat pedagang sudah bercampur. Masyarakat juga pasti lebih memilih beli yang lebih murah,” papar Ismaidi. “Bisa dipastikan minggu lalu (telur ayam tetas) masih ada di pasaran. Ada yang berjualan melalui koperasi dengan harga murah dan mengandalkan ketidaktahuan pembeli.”

Sementara itu, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional melaporkan jika rata-rata harga telur ayam ras segar di pasar tradisional seluruh Indonesia masih tercatat Rp24.150 per kilogram hingga Selasa (12/5). Harga tersebut telah mengalami penurunan 0,21 persen dari hari sebelumnya.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait